SERUNYA MEMBUAT PASPOR UNTUK 20 ORANG

Gue yakin, kalian sudah nggak asing dengan tata cara pembuatan paspor. Selama dokumen lengkap membuat paspor sebenarnya tidaklah sulit. Tapi bagaimana jika membuat paspor untuk 20 orang sekaligus? Sulitkah?

Beberapa minggu ini gue sedang disibukkan dengan urusan persiapan Tur ke Kuala Lumpur. Jadi ceritanya, gue mendapat kesempatan untuk mengatur outing sebuah Bank di Solo yang rencananya akan dilaksanakan di Kuala Lumpur selama 3 hari 2 malam. Pesertanya sih ndak begitu banyak. Hanya 22 orang aja. Tapi dari ke-22 orang itu, hanya 3 orang saja yang sudah memiliki paspor. Sisanya, belum punya.

Sebagai koordinator tur, gue pun bertanggung jawab untuk membantu pengurusan paspor ke 19 karyawan tersebut. Sebenarnya sih, ini bukan kali pertama gue membantu pembuatan paspor secara rombongan. Tahun lalu, gue pernah melakukannya. Gue pernah membantu proses pembuatan paspor siswa-siswi sebuah sekolah pramugari di Solo.
Paspor Republik Indonesia
Berbekal pengalaman tahun lalu, gue pun mulai memandang mudah pekerjaan yang akan gue lakukan. “Paling cuma perlu antri, cek dokumen, wawancara, foto dan beberapa hari kemudian paspor sudah jadi”. Gue lupa, bahwa kali ini gue membantu karyawan bank yang jam kerjanya sama seperti jam kerja imigrasi. Mana mungkin gue minta karyawan-karyawan itu antri dari subuh dan kembali ke kantor siang hari. Ijin kantor? It’s a BIG NO!

Meskipun judulnya “membantu”, gue sama sekali nggak menggunakan jasa orang dalam. Gue melakukan seluruh proses pembuatan paspor seperti biasa. 

“Bagaimana caranya membuat paspor tanpa harus mengganggu jam kerja?”

Gue pergi ke Kantor Imigrasi Surakarta dan mencoba mencari pencerahan. “Apakah ada jalur khusus yang bisa diberikan untuk rombongan dalam pembuatan paspor?” Jawabannya, nggak ada.

Gue pun berpikir untuk apply paspor secara online. Setidaknya, antrian secara online nggak akan sebanyak seperti yang datang langsung. Mereka pun nggak perlu antri dari subuh nantinya.

The weird part is gue belum pernah sekalipun apply paspor secara online.

“Mbak, syarat-syarat pembuatan paspornya apa saja ya? Biar teman-teman bisa siapkan. Agar bisa segera diproses pembuatan paspornya”, sebuah pesan singkat masuk ke whatsapp gue.

1. KTP, 2. Kartu Keluarga, 3. Akte Kelahiran, Ijasah terakhir, Akte nikah / Buku Nikah, atau surat baptis, dan 4 Surat rekomendasi dari perusahaan bu”, gue pun langsung membalas dengan singkat.

“Iya mbak. Nanti kalau syarat-syarat dokumennya sudah lengkap akan saya beritahu. Terimakasih”.

Keesokan harinya, gue dikabari bahwa syarat-syarat pembuatan paspor sudah lengkap semua. Gue diminta datang untuk mengambil semua persyaratan dokumen dan juga uang untuk membuat paspornya.

Begitu sampai di kantor. Gue langsung diberikan tumpukan dokumen fotokopi seluruh karyawan.

“Kok fotokopi bu?, tanya gue bingung.

“Loh, harus asli toh mbak? Soalnya kemarin di whatsapp nggak ngasih tahu kalau harus asli dokumennya”, terang si ibu.

“Iya bu harus asli. Soalnya nanti dokumennya akan saya scan. Soalnya nanti saya akan applykan paspornya secara online dan semua scan dokumennya harus dikirim saat apply online”, jawab gue penuh percaya diri. Entah darimana datangnya jawaban ini. Karena sebenarnya, apply paspor secara online nggak butuh scan dan upload dokumen! Inget ya, ngga perlu scan dan upload dokumen! Lalu kenapa gue bisa pede banget mengatakan itu semua? Jawabannya adalah karena gue sok tahu! Gue belum pernah apply paspor secara online dan gue juga nggak tahu darimana datangnya informasi bahwa apply paspor secara online harus scan dan upload dokumen. Gue bego!

Dikarenakan sebagian besar karyawan nggak membawa dokumen asli maka kedatangan gue hari itu nyaris sia-sia. Sampai suatu waktu, gue tiba-tiba ingat persyaratan yang lebih mendetail. Persyaratan pertama adalah syarat pembuatan paspor harus menggunakan E-KTP. Ingat ya, E-KTP. Lalu bagaimana kalau belum punya E-KTP? Maka orang itu harus mengurus Surat Keterangan REKAM dari Catatan Sipil. Dari sini, ada 2 karyawan yang gugur karena KTPnya masih belum E-KTP.

Persyaratan yang kedua adalah Kartu Keluarga tidak boleh expired. Loh, memangnya Kartu Keluarga bisa expired? Bisa loh, gue juga baru tahu tahun lalu. Masa berlaku Kartu Keluarga adalah 5 tahun sejak tanggal dikeluarkan, jadi kalau sudah lewat 5 tahun maka Kartu Keluarga harus diperbaharui.

Persyaratan ketiga adalah Kartu Keluarga harus sudah ditandatangani oleh Kepala Keluarga. Kelihatannya sih sepele, tapi kalau Kartu Keluarga belum ditandatangi oleh Kepala Keluarga maka permohonan pembuatan paspor lo akan langsung ditolak dan disuruh pulang.

Dari peryaratan kedua dan ketiga ini ada banyak karyawan yang gugur. Sehingga hanya ada 4 orang karyawan saja yang baru siap membuat paspor. Kebetulan 4 orang karyawan ini juga membawa dokumen aslinya sehingga gue pun langsung mantap untuk langsung applykan secara online permohonan paspornya.
Isi salah satu halaman paspor gue
Begitu pulang dari Bank, gue langsung mencari warnet untuk scan seluruh dokumen persyaratan. Gue menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam untuk proses scan ini. Setelah selesai scan seluruh dokumen gue pun langsung mengakses website imigrasi. Di sinilah gue merasa malu semalu-malunya. Gue mengisi setiap data sesuai dengan kolom yang sudah disediakan dan mendapati bahwa proses pembuatan paspor secara online nggak butuh upload dokumen! Terus ngapain tadi gue repot-repot scan dokumen? Silly! Buang-buang duit aja!

Baru 2 yang berhasil gue applykan dan kemudian website imigrasinya nggak bisa diakses. Lemot sekali. Membuat gue yang nggak sabaran ini langsung beranjak pergi. 

Dalam proses pembuatan paspor secara online, pembayaran paspor dilakukan sebelum foto dan wawancara. Jadi setelah proses apply selesai, gue pun langsung ke Bank BNI untuk melakukan pembayaran paspor. Setelah melakukan pembayaran paspor barulah bisa menentukan tanggal kedatangan.

Anyway, gue bakal kasih tips untuk kalian yang berencana untuk apply paspor secara online.  

1. Ingat ya, nggak usah repot-repot scan dokumen. Karena proses pembuatan paspor secara online nggak butuh upload dokumen persyaratan. Kalian cuma perlu mengisi data sesuai KTP kalian. 

2. Akses website imigrasinya malam hari aja, karena kalau siang hari, website imigrasi cenderung lemot. Daripada buang-buang waktu.  

3. Hati-hati ketika mengisi pilihan permohonan. Gue punya pengalaman, salah satu karyawan pernah punya paspor dan dengan ketidaktahuan gue, gue terlanjur memilih permohonan PASPOR BARU sehingga uang yang sudah gue bayarkan hangus! Karena untuk pemohon yang sudah pernah memiliki paspor, pilihannya haruslah PERPANJANGAN dan bukannya PASPOR BARU. Gue pun harus memulai proses pembuatan paspornya dari awal lagi dan membayar biaya pembuatan paspor lagi. Itulah kenapa di postingan ini gue tulis pembuatan paspor 20 orang. Hehehe. 

4. Pembayaran paspor bisa dilakukan melalui ATM. Jadi nggak perlu repot-repot antri di BANK. Dengan ketidaktahuan gue, gue juga sempet beberapa kali antri di Bank untuk bayar paspor. Eh begitu gue browsing dan tahu kalau bayar paspor bisa dilakukan lewat ATM, gue langsung mengutuki diri gue. Kenapa telat banget tahunya! Gue bayar paspor lewat ATM BNI. Gampang banget prosesnya. Tinggal pilih pembayaran lain lain dan pilih imigrasi lalu masukkan nomor kode bayar MPN G2 yang dikirimkan melalui email setelah apply online. Gue nggak tahu Bank lain bisa juga atau nggak untuk pembayaran paspor melalui ATM. Gue sempat coba pakai BCA dan nggak ada pilihan imigrasi di pilihan pembayaran lainnya.  

5. Setelah melakukan pembayaran jangan lupa untuk memilih tanggal kedatangan. Kalau sampai 7 hari nggak memilih tanggal kedatangan maka uang yang sudah dibayarkan akan hangus sia-sia. Untuk memilih tanggal kedatangan bisa langsung dilakukan dengan meng-klik tautan yang dikirimkan melalui email.  

6. Jangan lupa bawa semua dokumen persyaratan dengan lengkap ketika datang ke kantor imigrasi. Yang aslinya juga harus dibawa ya.
Nah, itu dia tips-tipsnya. 

Proses pembuatan paspor secara online ini bisa memudahkan kalian ketika datang untuk wawancara dan foto. Kalian nggak perlu antri terlalu pagi. Karena pengalaman gue kemarin, pembagian nomor antrian baru dilakukan jam setengah 8 pagi dan keseluruhan proses pembuatan paspor selesai kurang lebih jam 9 pagi. 

Sebenarnya, gue pengen nulis detail setiap harinya tapi itu bakal panjang banget. Karena pada akhirnya gue membagi proses pembuatan paspor rombongan ini menjadi 4 kelompok. Kelompok pertama 4 orang, Kelompok kedua 5 orang, Kelompok ketiga 7 orang dan kelompok keempat 3 orang. Paspor jadi hanya 3 hari kerja setelah foto dan wawancara.

Oiya, ada satu hal lagi yang perlu gue share di sini. Jadi kemarin, ada salah satu karyawan yang namanya berbeda di beberapa dokumennya. Bedanya cuma sedikit sih. Jadi namanya di KTP dan KK adalah DYAH tapi di Akta kelahiran dan Ijasah namanya adalah DIYAH. So, gue sebenarnya agak panik karena belum pernah mendapati permasalahan seperti ini tapi ternyata permasalahan nama ini mudah banget mengatasinya. Caranya adalah dengan menggunakan nama sesuai dengan Akta Kelahiran dan Ijasah. 

Well done. Demikian beberapa informasi yang bisa gue bagi untuk kalian semua. Semoga bermanfaat.

RENCANAKAN WAKTU LIBURANMU SENDIRI

Sebagai pejalan berbiaya rendah alias backpacker, menentukan waktu liburan dengan tepat adalah salah satu hal penting untuk meminimalisir biaya perjalanan.

Menurut kamu, kapan sih waktu  yang tepat untuk pergi berlibur?

Sebagian besar orang mungkin berpendapat untuk melakukan wisata di saat libur panjang. Hal ini tentunya demi kepraktisan mengingat momen libur panjang seperti Lebaran dapat digunakan untuk mengunjungi keluarga sekaligus pelesir ke tempat-tempat yang belum pernah maupun sudah pernah didatangi. Ibarat kata, sambil menyelam minum air.

Namun bepergian di saat libur panjang ini sebenarnya sangat beresiko. Kamu akan mendapati tempat-tempat wisata penuh sesak karena membludaknya wisatawan lokal yang berbondong-bondong untuk berlibur juga. Seperti pada bulan Ramadhan yang jatuh pada bulan Juni lalu, tercatat jumlah kunjungan wisawatawan mancanegara menurun sebesar 6,3 persen dan jumlah wisatawan nusantara meningkat drastis.
Candi Ratu Boko di hari libur
Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan bahwa penurunan angka kunjungan wisatawan mancanegara terjadi karena jumlah wisatawan muslim yang turun drastis selama Ramadhan hingga Lebaran, yaitu turun sekitar 40 persen dari total wisatawan mancanegara. Sebagai informasi, jumlah wisatawan mancanegara muslim adalah sekitar 20 persen dari total wisatawan mancanegara. Penurunan angka wisatawan mancanegara terbanyak berasal dari  Malaysia dan Singapura.

Meskipun begitu, Arief tetap optimis angka kunjungan wisatawan mancanegara akan kembali melambung di sisa tahun ini. Salah satunya ialah melalui kunjungan wisatawan mancanegara asal Tiongkok yang akan datang ke Manado, Sulawesi Utara. Menurut perkiraan, di bulan Agustus 2016 ini wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Manado akan mencapai 10 ribu orang dimana angka ini mencapai 7500 orang di bulan sebelumnya. Hal ini nampaknya berkaitan juga dengan promosi gencar pemerintah Indonesia yang berusaha menjadikan Manado sebagai Bali kedua di Indonesia.

Maka meskipun terjadi penurunan angka kunjungan wisatawan mancanegara di bulan-bulan tertentu, tren wisata Indonesia terus naik karena meningkatnya angka kunjungan wisatawan lokal.

Menurut Arief, angka kunjungan wisatawan nusantara berbanding terbalik dengan wisatawan mancanegara. Di awal bulan Ramadhan, angka kunjungan wisatawan nusantara memang turun 50 persen, namun di akhir bulan dapat meningkat drastis hingga 100 persen. Total kunjungan pun menjadi 150 persen jika dibandingkan dengan bulan non-Ramadan.

Lalu setelah mengetahui waktu dimana kunjungan wisatawan nusantara paling tinggi, apa yang harus kamu lakukan?

Solusi yang cukup bijak adalah dengan menentukan waktu liburan dengan tepat. Hal ini dilakukan agar kamu dapat menghabiskan waktu liburan dengan nyaman tanpa menghadapi masalah seperti harga hotel yang terlalu tinggi atau tempat wisata yang terlalu ramai.

Kamu bisa menentukan waktu liburanmu dengan menjauhi momen libur panjang seperti Lebaran, Natal atau Tahun Baru. Kamu bisa mengambil cuti tiga atau empat hari mendekati tanggal merah tersebut.

Banyak keuntungan yang bisa kamu peroleh dari liburan di waktu yang tepat, diantaranya adalah tiket pesawat dan akomodasi yang cenderung lebih murah karena low season dan tempat wisata yang tidak terlalu ramai sehingga kamu dapat bersantai tanpa terganggu keributan orang-orang yang juga sedang berpiknik  lainnya.

Ada baiknya menentukan waktu liburan dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya agar kamu bisa membandingkan harga penerbangan ke tujuan wisata dengan lebih leluasa. Biasanya, gue menggunakan website tiket2.com untuk mencari penerbangan yang gue butuhkan.

So, selamat merencanakan waktu liburanmu sendiri!

RENTAL MOTOR DI SABANG

Masih ingat kan kalau beberapa minggu lalu gue baru jalan-jalan ke Sumatera?

Selain ke Danau Toba, gue juga ke Sabang untuk mengunjungi Titik 0 KM Indonesia. Dari sekian banyak informasi yang gue kumpulkan untuk persiapan perjalanan, informasi mengenai rental motor di Sabang adalah salah satu informasi yang cukup sulit gue dapatkan. Gue sudah coba browsing, tapi hasilnya nihil. Nggak ada satupun blog yang mengulas tentang rental motor di Sabang.
Sorry, gue lupa motret sepeda motor yang gue sewa
Dikarenakan google tidak memberikan informasi yang gue butuhkan, gue pun mencoba bergabung ke grup facebooknya Aceh Backpacker. Gue berharap dengan bertanya di sana maka gue bisa mendapat informasi mengenai rental motor di Sabang. Namun sayangnya, nihil juga. Nggak ada informasi pasti dimana gue bisa menyewa sepeda motor di Sabang. Satu-satunya informasi yang gue dapet hanya, gue diminta untuk menghubungi salah satu pendiri grup itu, dan nantinya dia akan membantu gue mencarikan motor selama di Sabang. Gue pun langsung menghubungi orang yang dimaksud. Gue memperkenalkan diri dan langsung menanyakan dimana gue bisa menyewa sepeda motor di Sabang. Sayangnya, orang itu tidak langsung memberikan informasi yang gue butuhkan. Dia malah memberi gue no whatsappnya dan meminta gue memberitahunya kalau nanti gue sudah di Pelabuhan Ulee Lheu. Hmm, gue jadi bingung. “Kenapa nggak langsung ngasih no handphone orang yang menyewakan motor?”. “Kenapa harus lewat dia?”.

Dikarenakan gue nggak mau ambil pusing, gue pun mulai whatsapp orang tersebut di perjalanan menuju Banda Aceh. Gue kembali bertanya tentang rental motor, tapi dia kembali meminta gue untuk memberitahunya kalau besok sudah mau menyeberang ke Sabang. Dia bilang nanti orang yang menyewakan motor akan menemui gue di Pelabuhan Balohan. Jadi intinya, gue terima beres aja. Tapi masalahnya, ini bukan gaya gue. Gue nggak biasa menyewa sepeda motor lewat orang ketiga. Bukannya berfikir negatif, toh orang ini memang bisa dipercaya karena sepertinya banyak menemani tamu yang ke Sabang. Gue cuma nggak mau merepotkan. Gue ingin menyewa sepeda motor ke orang yang menyewakan secara langsung. Tapi sepertinya, kali ini gue nggak bisa melakukannya. Gue pun langsung menanyakan berapa harga sewa sepeda motornya untuk 1 hari. Dia pun membalas bahwa biaya sewanya adalah Rp. 120.000 untuk 24 jamnya.

“Hmm.. Mahal juga ya Rp. 120.000”, pikir gue waktu itu.

Dikarenakan gue jalan-jalan dengan budget terbatas. Gue pun makin ragu untuk menyewa sepeda motor lewat orang itu. Gue pikir, mungkin gue akan dapat harga yang lebih murah kalau gue bisa menyewa sepeda motor langsung ke orang yang menyewakan. Gue pun menggantung tawaran orang itu. Dia bilang, hubungi dia kalau mau menyeberang ke Sabang. Dan hari itu, gue memutuskan untuk nggak menghubunginya dulu. Gue mau coba mencari rental motor sendiri ketika sudah sampai di Pelabuhan Balohan. Meskipun gue nggak tahu apakah ada rental motor di Pelabuhan Balohan atau nggak. Ataupun kalau seumpama ada dan ternyata harga sewanya lebih mahal. But hey, paling nggak gue sudah mencoba. 

Sesampainya di Sabang, ternyata sudah banyak banget orang berkerumun di pintu keluar kapal yang gue naiki. Salah satu orang mendekati gue dan menawari gue sepeda motor yang dia sewakan. “Wow, pucuk di Cinta Rangga pun tiba”, gue pun langsung sumringah dan menanyakan berapa biaya sewa sepeda motornya. Abang itu menjawab, “Rp. 100.000 saja!” Wuhuyyy! Gue seneng banget! Gue langsung semangat meskipun beberapa menit lalu gue baru muntah-muntah di dalam kapal.

Gue langsung mengikuti abang itu ke arah parkiran. Dia menunjukkan sepeda motor yang dia sewakan dan meminta KTP gue sebagai jaminan. Dia juga memberikan no handphonenya apabila besok gue akan mengembalikan sepeda motor. Dia menjelaskan rute untuk menuju ke pusat kota karena saat itu stok petanya sedang habis. Gue pun langsung mengendarai motor itu untuk berkeliling Sabang.

Jadi sekarang, adakah diantara kalian yang sedang berencana ke Sabang?

Adakah yang sedang membutuhkan informasi tentang rental motor di Sabang?

Kalau jawaban iya, maka here we go.

Silahkan di save no handphone abangnya, 0852 7747 3932. Silahkan menyewa sepeda motor ke abangnya secara langsung. Dia punya banyak stok sepeda motor dan dia selalu stand by di Pelabuhan Balohan. Sekedar tips, kalau mau menyewa sepeda motor sebaiknya langsung telpon karena gue pernah sms si abang, nggak dibales. Hehehehe.

Anyway, jangan tanya nama abangnya siapa ya. Gue lupa namanya. Gue punya kebiasaan gampang lupa nama orang yang baru gue kenal. So, kalau ada diantara kalian yang ke Sabang dan menyewa sepeda motor si abang. Tolong nanti gue dikasih tahu nama abangnya siapa ya, biar bisa gue tulis di sini. Terimakasih.