JALAN-JALAN HEMAT KE BATU (MALANG) #1

10:49 PM Winda Provita 4 Comments

24 - 26 Januari 2012 

Ini catatan perjalanan gue tahun lalu.

Berawal dari seringnya gue ngabisin waktu liburan dengan nyakar-nyakar tembok kamar dan gue yakin elo pun seperti itu. Hahahahaha ~ Punya banyak waktu liburan tapi gak dipake untuk kemana-mana adalah hal yang paling menyedihkan di dunia ini sob. Percayalah !
Entering Lampion Garden
Saat kuliah, lo pingin libur, tapi saat libur, lo pengen masuk kuliah. HAAHAHAHA ~

Sangking gak ada idenya untuk ngisi liburan, gue pun pergi berkelana 3 hari 3 malam ke dunia maya untuk menemui mbah google dan meminta saran. Setelah berkali-kali nyasar dan jatuh dikubangan, sampai juga gue di kediaman mbah google. Dengan tampang kucel dan menyedihkan layaknya anak kuliahan yang cuma bisa liburan di kamar, gue pun nangis di pangkuan mbah google, berharap si mbah mau mendengar dan memberi saran, ya untung-untung bisa kasi sangu juga. Kekekekee ~

Setelah curhat panjang lebar, mbah google pun ngasi saran ke gue untuk pergi ke Batu, gue pun mengiyakan dengan harapan gue bisa ketemu si udang di balik batu nantinya, gue pamit, gue kecup si mbah dengan haru dan gue berbisik, terimakasih mbah.

Sepulangnya gue dari dunia maya, gue pun ngajak satu sohib gue untuk nemenin gue ke Batu. Panggil dia Tanti, doi adalah travelmates gue yang sebisa mungkin pasti gue boyong saat gue ngetrip. Kekekekeke ~

Gue tau doi luar dalem, gimana suara kentut doi, ngiler atau gak doi kalo tidur, dan itu jadi modal yang cukup kenapa gue jadiin doi travelmates gue. Setidaknya kalo pas lagi share kamar, gue udah gak kaget lagi kalo tiba-tiba ada suara bom molotop yang asalnya dari pantat doi. HAHAHAHAHHA~

Sebelum perjalanan ke Batu dimulai, hitung-hitung budget pun berlangsung, gue cuma punya duit 200ribu dan beberapa recehan, ditambah duit dari Tanti, total duit kami jadi 500ribuan. Modal yang cukup sedikit pastinya, mengingat ongkos kereta ekonomi pulang pergi bisa menghabiskan 200ribuan, belum lagi hotel, dan biaya-biaya masuk tempat wisata. Oh God ~ Mana cukup ~

Karena tekad gue udah bulat, gue pun meyakinkan diri gue kalo gue tetep bisa liburan dengan uang seadanya ini. Yess ! Uang bukan batasan untuk traveling sobat ~

Dengan semangat membara, gue pun ngusulin ke Tanti, gimana kalo kita ke Batu naik motor aja? Setidaknya bisa ngirit ongkos kereta dan kita bisa muter-muter Batu nantinya. Doi mengiyakan, doi percaya sama keputusan gue. Hihihihiii ~ Betapa beruntungnya gue punya sahabat kayak doi.
Kediri!
Bermodal informasi dari mbah google tentang rute dari Solo ke Batu. Kami, wanita cantik dan bahenol ini pun mengendarai si gembul, scoopy biru gue yang beruntungnya gak rewel selama perjalanan.

Anyway ~ Bisakah kalian bayangin betapa nekadnya kami? Jarak tempuh yang jauh dan medan perjalanan yang gak pernah kami kenali, gak satupun dari kami yang pernah ke Batu, dan gak satupun dari kami pernah senekat ini. Oh God ~ Tapi kalo kami gak nekat kami gak akan kemana-mana sob, gak akan kemana-mana!
Pare!
Banyak dari kalian akan berfikir, kalo nanti di jalan kecelakaan gimana? Kalo nanti nyasar gimana? Naik motor dari Solo ke Batu? Pantat tepos sob. Hihihihihi ~

Akan ada beribu alasan yang bisa saja membuat kami membatalkan perjalanan kami, atau mungkin mengubah lokasi liburan kami. Tapi kami tetep ke Batu, kami percaya akan keberuntungan.

Di setiap perjalanan yang kami tempuh, selalu ada keberuntungan yang akan menjaga kami.

Bayangin aja, gak harus perjalanan ke Batu kok, kalo lagi sial bisa aja kami kecelakaan pas lagi nyebrang jalan di depan rumah, atau bisa aja kami naik motor kemanapun dan kami tetep baik-baik saja karna kami beruntung.

Kami percaya tentang keberuntungan, dan kami percaya selama kami tidak melanggar aturan, dalam arti tetap berkendara dengan baik, maka Tuhan akan menjaga kami selama di perjalanan. 

Believe me, God save the Traveller beibeh ~

Oiya kami juga punya teman-teman yang baik selama perjalanan, ya mereka adalah penduduk lokal dan penunjuk arah, tidak akan ada kata nyasar selama kami berteman baik dengan mereka. *Cmiwiw*

Back to the story ~

Kami memulai perjalanan sekitar jam 11 siang dan gue yang bawa motor. Perjalanannya bener-bener gak kerasa, mungkin karna gue terlalu excited untuk liburan.

Di perjalanan ini kami gak sendiri, ada banyak bus-bus besar antar kota yang siap melibas kami kalo kami gak hati-hati. Sangking takutnya gue sama bus-bus besar itu tiap ada bus yang mau lewat, gue akan langsung nyosor ke pinggiran jalan. Hahahahaha ~ Takut sob ~ Bis-bisnya berkecepatan tinggi, daripada motor yang gue naiki terhempas kena anginnya, gue lebih baik mengalah dan menepi. Hihihihihii ~

Kami nyaris gak ada istirahat di jalan, paling pas isi bensin atau kebelet pipis, maka kami menepi dan berhenti sebentar.

Melewati beberapa kota berbeda menjadi kesan tersendiri selama perjalanan ini, sensasi yang berbeda tentunya jika di banding naik bus atau kereta.

Singkat cerita kami sudah mulai memasuki kawasan kota Batu menjelang maghrib, berbekal beberapa nama hotel yang sebelumnya udah di dapet dari mbah google, kami pun mulai keluar masuk hotel untuk mencari harga termurah.
Memasuki kota Batu
Oiya kami juga sempet ditawari villa di Songgoriti, tapi karna kami hanya berdua, kami takut dan menolak. Mungkin lain kali kalo kami pergi rame-rame kami akan coba menginap di sana.

Setelah keluar masuk hotel, tanya-tanya harga kamar, kami sempat mendapatkan harga 75rb per malam tapi itu kamar untuk supir, single bed, kecil, pengap dan karna kami datang di low season jadi hotelnya sepi. Ah ~ Kami pun pergi mencari hotel yang lain.

Akhirnya kami dapet kamar di Ragil Kuning cuma 100rb per malam sedangkan banyak hotel lain menawarkan harga 150-200ribuan keatas. Kamar yang cukup besar dengan tempat tidur yang sepertinya bisa dipake buat 3-4 orang, TV dan kamar mandi dalam, how lucky we are. Hihihihihihi ~

Merebahkan diri di kasur adalah hal pertama yang gue lakukan begitu sampe di kamar. Aaaahhh ~ Akhirnya sampai di Batu juga, bener-bener gak nyangka *bathin gue ngejerit*

Setelah istirahat sebentar, kami pun pergi ke Batu Night Spectacular.
Si lumba-lumba
Walaupun badan rasanya agak rontok setelah perjalanan jauh tapi gue gak mau ngelewatin malam cuma dengan nongkrong di kamar hotel. HIH !

Sesampainya di BNS, kami langsung ke foodcourtnya, sistem pembayaran disini pake card. Gampang caranya, tinggal depositokan duit di kasir, dapet kartu, dan tinggal pilih deh mau makan apa. Tar sisa saldonya bisa diuangkan kembali kok. Dont worry ~

Di BNS ini banyak wahana permainannya, karena kami gak punya banyak uang, kami cuma ngeliatin sambil ileran. Hihihihii ~ Lah kalo mau main harus bayar lagi, apalah daya kami yang gembel ini ~

Eh tapi kami nyobain masuk ke Taman Lampion, bayar 10ribu per orangnya. Ahh ~ Romantis kebangetan taman lampion ini, sayang gue gak punya kamera jadi gak begitu bisa foto-foto, bb gemini gue gak ada flashnya. *nangis guling-guling* 
Salah satu sudut di Lampion Garden
Setelah puas berpose di taman lampion, kami pun balik ke hotel, menyiapkan energi untuk esok hari. *Bersambung*

PENGELUARAN DAY 1
Bensin
Rp.   39.000
Hotel 1 Malam
Rp. 100.000
BNS (Tiket masuk, Makan, Taman Lampion, Parkir)
Rp,   71.000
Total
Rp. 210.000

4 comments:

  1. hahaha...gila...aku blm prnh nih travelling jauh naik motor ;p pgn coba, tp kok ya mikir lg wakakaka..salut win..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe modalnya nekat itu kak :D dan beruntungnya selamet pulang perginya.. hihihihihi :D

      Delete
  2. Kota malang memang memiliki banyak tempat wisata.. wisatawan yg akan berlibur disana pasti ada juga yg kebingungan cari hotel murah di malang.. coba klik link berikut jika ada yg sedang mencari hotel di malang http://dparagon.com/hotel-murah-malang/

    ReplyDelete
  3. travelling modal nekat tapi seru sekali, knpa ngga mampir ke gunung bromo ?

    ReplyDelete