BUDI JAYA HOMESTAY CEMORO LAWANG (BROMO)

11:09 PM Winda Provita 9 Comments

Sulitnya mencari informasi tentang penginapan murah di Cemoro Lawang ngebuat gue akhirnya mutusin untuk nanya ke akun twitter @TravellerKaskus. Beruntungnya, salah satu follower dari @TravellerKaskus ngasi gue informasi tentang Budi Jaya Homestay. Berbekal nama homestay dan sedikit keberuntungan karena Bison yang nganter gue ke Cemoro Lawang berhenti tepat di depan homestay, gue pun nginep di homestay ini bersama 2 orang lainnya.
Berdasarkan informasi dari @nunulathifah bahwa rate per malam di homestay ini adalah Rp. 100.000, gue pun agak kesel waktu gue sampe disana dan dikasi rate Rp. 150.000 per malam. Dengan agak sedikit ngotot dan beralasan bahwa temen gue pernah nginep disana dengan harga Rp. 100.000, gue pun memaksa bapak penjaga homestay ini menurunkan harga.

kamar gue
“Ah yaudahlah pak kalo gak boleh Rp. 100.000, kita pergi aja” Pura-pura marah dan beranjak ke homestay lain.
kamar mas Albertus
“Yaudah mbak, Rp. 100.000 gak apa-apa deh” Bapak itu berusaha menahan langkah kami.
“Nah dari tadi kan enak pak” Sambut gue sambil cengengesan.

9 komentar:

BROMO: SELAMAT ULANG TAHUN #2

1:33 PM Winda Provita 5 Comments

“Bertahun-tahun ku lewatkan tanpa perayaan, ulang tahun kali ini harus menakjubkan”
Udara dingin dan sepinya keadaan homestay membuat alarm yang biasanya membangunkanku terdengar lebih nyaring. “Mungkin alarm ini juga ikut bersemangat” Celetukku sembari meraih handphone dan mematikannya. Hari ini adalah hari ulang tahunku, aku masih tidak menyangka bahwa ketika kedua mata ini terbuka aku benar-benar berada di tempat yang berbeda. Sebuah kamar di salah satu homestay di Cemoro Lawang, desa terdekat dengan Bromo. Hitungan jam nanti aku akan berada di tempat berbeda lainnya, Penanjakan. Penanjakan adalah lokasi terbaik untuk menikmati sunrise, ada dua lokasi berbeda sebenarnya, Penanjakan satu dan Penanjakan dua. Penanjakan dua terletak lebih rendah dari Penanjakan satu, itulah mengapa Penanjakan satu lebih diminati dan itu adalah tujuanku setelah ini.
Suasana pagi atau lebih tepatnya subuh di Cemoro Lawang benar-benar berbeda. Masih teringat jelas bagaimana sepinya tadi malam waktu pertama kalinya aku menginjakan kaki disini, tapi sekarang, ada begitu banyak Jeep terparkir di jalanan yang tadi malam sangat lengang.
“Sudah siap mbak?” Sapa bapak ojek mengawali hari.
“Sangat siap pak” Jawabku bersemangat.

5 komentar:

BROMO: SELAMAT ULANG TAHUN

10:09 AM Winda Provita 7 Comments

“Melakukan perjalanan ke daerah pegunungan lebih menarik bagiku, membuatku selalu merasa lebih dekat dengan langit, membuatku dekat dengan Sang Pencipta”
Dibanding berpergian ke pantai, aku memang selalu lebih memilih untuk pergi ke daerah pegunungan. Aku suka langit, dan itu selalu menjadi alasanku untuk melakukan perjalanan ke tempat yang lebih tinggi, aku ingin lebih dekat dengan Sang Pencipta dan singgasanaNya, langit biru dan putihnya gumpalan awan yang mempesona.

Sebuah promo dari PT KAI memulai rentetan keajaiban yang menyertai perjalananku. Diskon 28% hanya dengan menunjukan kartu pelajar ataupun kartu mahasiswa. “See, selalu ada keajaiban bagi siapapun yang ingin traveling” Ocehku sambil menaikan alisku ke arah Tanti. Siang itu kami mengantri untuk membeli tiket kereta untuk perjalanan ini. Membeli cukup banyak tiket untuk kami berdua, iya Tanti akan menemani perjalananku nantinya. Bisa dibilang perjalanan ini adalah kado dari Tanti untuk ulang tahunku. Dia membelikanku semua tiket kereta yang ku perlukan, Solo-Probolinggo, Probolinggo-Banyuwangi, Banyuwangi-Surabaya dan Surabaya-Solo. Praise to the Lord!
“Aku ingin melihat bagaimana matahari terbit dari atas penanjakan, aku ingin merayakan bertambahnya usiaku di hadapan Sang Pencipta dan alam buatan tanganNya, meniup lilin dengan latarbelakang gunung Bromo, gunung Batok dan gunung Semeru itu”
Aku menyampaikan apa yang menjadi keinginanku di ulang tahun ini.

“Beli kue tart dimana? Memangnya di Bromo ada yang jual kue?” Tanya Tanti gak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.

“Bawa kue dari Solo lah, kita pesan dari sekarang jadi nanti tinggal di bawa” Jawabku sekenanya.

“Lah, apa gak leleh kuenya kalo di naikin kereta?” Tanya Tanti makin heran dengan rencanaku.

“Gak tau, tanya mbaknya aja nanti, tahan atau gak kuenya kalo dibawa seharian naik kereta” Jawabku cuek bebek.

“Yowis, nanti tanya sekalian pesen” Balas Tanti, mengiyakan keinginanku.

7 komentar:

SELAMAT ULANG TAHUN

9:55 AM Winda Provita 1 Comments

“Bagaimana mungkin kamu bisa menulis jika membaca saja kamu tidak pernah”
Entah dari mana munculnya kalimat itu. Tiba-tiba saja itu menyeruak dipikiranku. Berapa kalipun aku melakukan perjalanan, rasanya percuma jika aku tidak pernah bisa menuliskannya dan berbagi disini.
Rasanya sulit sekali untuk mulai menulis, aku tidak pernah bisa menemukan kata yang tepat untuk memulai tulisanku dan itu seringkali membuatku berakhir tanpa pernah bisa menuntaskannya. Aku ingin bercerita, aku ingin berbagi kisahku disini, tapi aku selalu berfikir bahwa I’m not good enough to write a story.
Semua berbeda ketika buku Nomadic Heart tiba pagi ini. Beberapa hari yang lalu, aku memenangkan buku itu langsung dari kuis yang diadakan oleh penulisnya, mas Ariy. Dan setibanya buku itu, entah kenapa aku begitu tidak sabar untuk membuka dan membaca setiap kisah yang ada di dalamnya. Aku menikmati setiap tulisan dan bagaimana mas Ariy bercerita di dalam buku itu. Membuat sesuatu dalam diriku juga ingin ikut bercerita, pikiranku mulai kembali ke setiap perjalanan yang pernah ku lalui, cerita-cerita yang seharusnya sejak dulu aku bagi disini. Mungkin selama ini aku tidak pernah bisa bercerita karna aku terlalu malas membaca. Membaca, membuat sesuatu dalam diriku juga ingin ikut bercerita, menuangkan kisahku menjadi sebuah tulisan dan membaginya. Aku hentikan kegiatan membacaku dan memberanikan diri untuk menuangkan kisah ini disini.

1 komentar: