MENGINTIP RUMAH TELETUBBIES

10:51 PM Winda Provita 4 Comments


Rumah Teletubbies
Entah apa yang membuat gue memasukan Rumah Teletubbies ke dalam rencana perjalanan gue waktu itu. Salah satu tulisan mengenai Rumah Teletubbies membuat gue pengen banget mengunjungi tempat ini. Rumah Teletubbies? Satu-satunya yang ada di Asia? Hmmpphh... Sounds great. Terlebih lagi letaknya tidak jauh dari Prambanan, membuat gue semakin yakin untuk mengunjungi Rumah Teletubbies ini.
Petunjuk jalan menuju Rumah Dome
Rumah Teletubbies yang terletak di Dusun Ngelepen sangatlah mudah dijangkau. Sewalah motor dari Jogja untuk menuju tempat ini. Dari pertigaan Prambanan, meluncurlah menuju jalanan ke arah Wonosari. Tidak jauh dari Kraton Boko dan Candi Kalasan ada petunjuk arah menuju Rumah Teletubbies ini, ikuti petunjuknya dan kalian akan sampai di Rumah Teletubbies.
Pada dasarnya Rumah Teletubbies atau dikenal juga dengan Rumah Dome adalah kawasan rumah penduduk. Masih ingat dengan gempa Jogja yang terjadi pada tahun 2006 silam? Rumah Teletubbies ini adalah rumah yang  di-design tahan gempa dan diperuntukkan untuk korban gempa tersebut.
Selamat Datang ^^
Gapura selamat datang yang bertuliskan selamat datang di New Ngelepen menyambut gue. Sejauh mata memandang kompleks perumahan ini benar-benar membuat gue terpukau. Bangunan rumah yang berbentuk bulat benar-benar sangat jarang ditemukan. Unik!
Sayangnya, keterpukauan gue sirna begitu gue menyadari bahwa semua rumah yang ada terlihat sangat tidak terawat, terlihat kotor. Warna putih yang mendominasi Rumah Teletubbies terlihat kusam dan terlihat beberapa retakan di beberapa bagian rumah. Tahan gempa? Tapi kok begini ya.
Tampak tidak terawat kan?
Tidak lama setelah memarkirkan motor, ada seorang ibu tua yang datang menyambut kami. Dengan bahasa Jawa halus, beliau menyambut kami dengan hangat. Beliau menjelaskan bahwa pengurus Rumah Dome sedang mengantar rombongan dari UGM dan beliau lah yang akan menemani kami berkeliling siang itu. Kami diajak memasuki salah satu rumah yang terletak tidak jauh dari kawasan parkir. Bangunan yang kami masuki ini merupakan kantor sekretariat Rumah Teletubbies, rumah contoh yang bisa dimasuki setiap pengunjung.
Rumah Sekretariat
Kami diminta membayar Rp. 2.000 sebagai biaya masuk kawasan Rumah Teletubbies ini. Setelah membayar dan mengisi buku tamu, gue pun mulai mengelilingi setiap sudut rumah sekretariat ini. Gue bener-bener gak menyangka rumah yang terlihat mungil ini ternyata memiliki tingkat. Gue beranjak dan menuju ke tingkat atas rumah. Melihat banyaknya kasur yang di letakkan di sudut ruangan, gue pun penasaran dan menanyakannya ke ibu yang menemani kami.
Bagian Dalam Rumah Sekretariat
“Loh bu, kok banyak kasur ya?” Tanya gue dengan bahasa Indonesia.
“Iya mbak, itu kasur buat yang mau menginap di Rumah Teletubbies. Pas lebaran biasanya banyak yang nginap disini mbak" Terang si ibu dengan bahasa Jawa halus yang gue translate ke bahasa Indonesia untuk lo semua. Hihihihi.
“Ooo. bisa nginep juga toh bu disini? bayar berapa ya bu per malamnya?” Tanya gue penasaran.
“Per orang bayar Rp. 75.000 mbak. Nginepnya bukan disini mbak, nanti ada Rumah Dome lain yang di set kalo pas ada yang nginep. Rp. 75.000 itu sudah termasuk makan dua kali mbak. Ini mbak kartu nama pengurusnya kalo mbak berencana menginap disini” Terang si ibu sembari ngasi gue kartu nama.
Puas ngobrol dengan si ibu, gue pun pamit untuk jalan-jalan mengelilingi kawasan Rumah Teletubbies. Sepanjang mata memandang semua bangunan yang ada di kawasan ini memang berbentuk bulat. Masjid, TK bahkan Puskesmas pun berbentuk bulat. Sayang sekali jika semua bangunan ini terus-terusan tidak terawat. Rawat please ~ Dicat ulang please ~

4 comments:

  1. Katanya malah ada rumah yang bocor juga? Sepintas klo saya perhatikan itu catnya jadi kusam karena air hujan merembes masuk ke celah-celah dinding jadi terlihat kayak retak gitu. Bisa sih dicat ulang, tapi besar kemungkinan besok2 akan jadi kusam lagi klo rembesannya nggak ditanggulangi lebih dulu. Tentunya yang bisa memperbaiki kayak gini bukan tukang bangunan biasa.

    ReplyDelete
  2. pas pertama liat foto2nya, aku lgs mikir rumah Hobbit di New Zealand ;p.. Sumpah ini sayang banget ga kerawat gini.... coba di cat warna warni kayak pemukiman Hobbit ya win... pasti jd daya tarik wisata lbh gede lg. Tapi jujur aku ga yakin tuh rumah tahan gempa kalo kamu bilang retak-retak dindingnya ;p

    ReplyDelete
  3. dari dulu pengin ke sini belum terealisasi hehee. Padahal deket dari solo :(

    ReplyDelete
  4. Aku juga pernah kesini. Tapi nggak sempat keliling2. Unik ya? :D
    Disini ada bukitnya nggak sih?

    ReplyDelete