SEMUA ORANG PASTI KE(M)BALI

5:17 PM Winda Provita 16 Comments

Bali selalu menjadi destinasi impian bagi banyak orang. Siapa sih yang nggak mau ke Bali? Semua orang pasti mau ke Bali, begitupun dengan saya. Saya masih ingat bagaimana saya sangat memimpikan Bali. Beberapa tahun lalu, saya pernah menonton salah satu liputan backpacking ke Bali. Dimana pengisi acaranya memastikan bahwa hanya dengan Rp. 500.000 saja setiap orang bisa berlibur ke Bali. Sayangnya, saat itu saya masih tinggal di Balikpapan. Bali terlalu jauh dari jangkauan saya. Meskipun saya memiliki uang Rp. 500.000, itu tidak akan cukup untuk ke sana.
Tanah Lot, Bali
Bertahun-tahun berlalu, impian untuk ke Bali masih sebesar pertama kali saya memimpikannya. Bedanya, kini saya sudah tidak lagi tinggal di Balikpapan. Saya pindah ke Solo untuk melanjutkan study saya. Bali semakin dekat, seharusnya. Namun kegiatan kuliah menyita waktu saya dan membuat saya lupa akan Bali. 5 semester berlalu, Bali masih terasa jauh untuk saya. Entahlah, apakah mungkin saya bisa ke Bali?
*********************************************************************
“Ghe, itu beneran naik pesawat ke Bali cuma Rp. 100.000?”, seruan salah satu teman menghentikan langkah saya.
Beberapa bulan belakangan, saya mulai rajin mencari informasi mengenai promo beberapa maskapai penerbangan. Dan pagi tadi, untuk pertama kalinya saya menemukan promo penerbangan untuk ke Bali. Ke Bali dengan uang kurang dari Rp. 100.000. Saya pun tidak mau melewatkannya.
“Ghe, aku mau dong ikut ke Bali. Aku pengen ngajak mama ku Ghe. Mamaku belum pernah naik pesawat. Mamaku dari dulu pengen banget bisa ke Bali. Aku ikut ya Ghe”, ucap Diana bersemangat.
“Aku juga Ghe, aku mau ikut”, Dessy ikut menimpali.
“Iya, ayo loh! Ini aku mau ke warnet buat booking tiketnya”, balas saya mengiyakan keinginan mereka.
Bali adalah impian bagi saya awalnya. Kini Bali jadi impian bagi teman-teman saya juga. Bali menjadi impian untuk Diana bisa mengajak mamanya berlibur bersama dan mengunjungi destinasi impian mamanya. Bali juga menjadi impian untuk Diana bisa merayakan ulang tahunnya di Bali bersama dengan mamanya. Bali menjadi impian untuk Tanti dan mamanya Diana bisa naik pesawat untuk pertama kalinya. Bali juga menjadi destinasi impian untuk Dessy dan Mbak Tina bisa berlibur dengan murah. Ya, Bali memang hanya sebuah pulau, namun Bali adalah pulau impian untuk setiap orang yang berani bermimpi.
Monumen Bom Bali
Perjalanan di Bali terbilang sangat singkat bagi kami semua. Meskipun terhitung 3H2M kami di Bali, namun kami hanya punya waktu satu hari saja untuk berkeliling. Satu hari padat yang tidak kami sia-siakan begitu saja. Kami berhasil mendatangi hampir semua icon populer di Bali meskipun ini pertama kalinya bagi kami berkeliling di Bali.
Me & Dessy
Tanah Lot adalah objek wisata pertama yang kami kunjungi. Bermodal peta yang kami dapat dari hotel dan bertanya ke setiap orang yang kami temui di jalan, saya dan Tanti berhasil membawa Diana dan mamanya, Dessy serta Mbak Tina ke tujuan. Meskipun Tanah Lot berada di jalur yang berbeda dengan tempat-tempat yang akan kami datangi setelah ini, saya tetap nekat menyempatkan diri ke Tanah Lot. Saya penasaran dengan Pura Tanah Lot yang letaknya berada di tengah laut. 

Kami sampai di Tanah Lot ketika air laut sudah mulai pasang. Karena penasaran ingin menyebrang, kami pun menerima tawaran salah satu orang disana untuk membantu kami menyebrang. Sesampainya di seberang, kami diminta untuk menyuci muka kami dengan air yang ada disana. Setelah itu, jidat kami semua ditempeli beras dan sebuah bunga disematkan di telinga kami. Awalnya saya pikir, itu proses penyucian sebelum kami masuk ke Pura. Ternyata setelah prosesi itu selesai, kami diantar kembali ke daratan. Loh kok? Saya bingung, apa memang Pura Tanah Lot tidak bisa dimasuki ya? Terus ngapain tadi kami bela-belain nyebrang?!#$#%
Beras di jidat dan bunga
Garuda Wisnu Kencana atau yang biasa disingkat dengan GWK adalah objek wisata kedua yang kami kunjungi hari itu. Saya penasaran dengan Patung Dewa Wisnu yang menunggangi Burung Garuda yang katanya akan menjadi patung terbesar dan tertinggi di dunia. Kata Tanti sih, dulu waktu terakhir dia ke GWK pengerjaan patungnya belum selesai. Bagaimana dengan sekarang?
GWK
Kami merasa beruntung karena kami datang ke GWK disaat Pertunjukan Tarian khas Bali akan segera dimulai. Pertunjukan tarian ini biasa diadakan di Amphitheater dan pertunjukan ini gratis untuk pengunjung GWK. Ya, meskipun tiket masuk ke GWK bisa dibilang mahal tapi worth it lah. Apalagi setelah pertunjukan berakhir, kami semua mendapatkan kesempatan untuk berfoto dengan para penarinya. Sayangnya, Patung Dewa Wisnu yang menunggangi Burung Garuda ternyata belum selesai pengerjaannya. “Masih kayak dulu”, ungkap Tanti saat itu. Entah kapan patung itu selesai dan menjadi patung terbesar dan tertinggi di dunia, kita tunggu saja.
Me & Mbak Tina
Dari GWK, kami beralih dan menuju ke Uluwatu. Begitu tiba, kami langsung disambut oleh sekumpulan monyet. Awalnya sih saya ngeri, takut kalau-kalau saya dicakar atau digigit. Hehehehe. Ternyata monyet-monyetnya sudah jinak. Saya sangat suka dengan pemandangan yang ada di Uluwatu ini. Tenang suasananya.
Uluwatu
Sepulangnya dari Uluwatu, kami pun menyempatkan diri untuk mampir ke Pantai Suluban. Ya ampun boo. Dari sekian banyak objek wisata yang kami datangi, Pantai Suluban ini yang paling menyita energi kami. Mamanya Diana sampai menyerah dan memilih menunggu kami di parkiran. Saya sih awalnya juga ingin menyerah, tapi karena saya yang mengajak mereka kesini, saya pun malu mau menyerah. Pantai yang terletak di celah karang raksasa ini cocoknya memang untuk Surfing, jadi sesampainya di bibir pantai, kami cuma bengong dan kembali menaiki puluhan tangga untuk pulang. Rasanya sia-sia energi yang kami buang untuk menuruni dan menaiki anak tangga tadi. Fiuuhh.
Pantai Suluban
Dari Pantai Suluban, kami langsung menuju ke Pantai Jimbaran. Sudah lama saya sangat ingin makan di Pantai Jimbaran ini. Kapan lagi, bisa makan di pinggir pantai dengan gratis. Loh, kok gratis? Iya, kami semua ditraktir Diana dan mamanya untuk merayakan ulang tahun Diana dan merayakan kebahagiaan mamanya bisa mengunjungi Bali hari itu. Hehehehe. Setelah puas makan gratis, kami semua menutup hari itu dengan sunset indah di Pantai Kuta. Satu hari yang melelahkan, tapi menorehkan kenangan indah di hati kami semua.
Sunset di Pantai Kuta
****************************************************************
Tanti pernah bilang bahwa setiap orang yang pernah ke Bali pasti ke(m)Bali. Saya sih enggak percaya. Tapi ternyata itu bener loh. Semenjak kunjungan pertama saya ke Bali saat itu, terhitung sudah 3 kali saya ke Bali sampai hari ini. Kebetulan atau tidak? Entahlah. Akankah saya ke(m)Bali lagi? Atau kini giliran kamu untuk ke(m)Bali?
KKL Bali, Pantai Kuta

16 comments:

  1. Saya jadi pingin ke Bali lagi. Tapi ke bali utara di kabupaten Singaraja. Soalnya bali selatan sudah rame banget sama turis. Tapi ya iu, ke Singaraja itu 100 km lebih dari Denpasar. Mana jalannya nanjak lagi. Doh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku kalau ke Bali lagi pengen coba nusa dua >_<

      Delete
  2. saya dulu pernah sekali pergi ke Bali. banyak tempat menarik yang belum disinggahi, jadi pengen ke sana lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bali selalu bikin pengen datang dan datang lagi :)

      Delete
  3. Ahhh,, jadi pengen kebali juga, kapan pula bisa dapat tiket murah gitu,, :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sering-sering cek promo AirAsia kak :D

      Delete
  4. Bali yg aku suka daerah Ubudnya Win... mungkin krn bukan pantai yaa... ga doyan soalnya panas2an di pantai gitu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku malah belum pernah ke Ubud. Eh pernah ding tapi cm numpang lewat. Gak tertarik ubud soale kayake nggak beda jauh sama Tawangmangu hehehe

      Delete
  5. pas banget judulnya kembali, aku jadi ingin kembali lagi ke bali ga puas rasanya kalau belum mengekplore seluruhnya :D

    ReplyDelete
  6. Hihi jadi pengen main ke bali lagi. BTW itu seriusan dapet tiket kurang dari 100 rb? :o

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tiketnya cuma 60rb saja harganya PP :D

      Delete
  7. Judulnya bagus yaaaak! Hahaha. Suka!

    ReplyDelete
  8. Setuju banget dengan judulnya. Saya belum pernah dengar ada temen saya yang tidak ingin ke bali untuk yang kedua dan seterusnya..

    ReplyDelete