JANGAN KE LOMBOK, NANTI KETAGIHAN!

10:25 PM Winda Provita 20 Comments

Uyeee.. Gue ada di Lombok!
Perjalanan ke Lombok Maret lalu adalah perjalanan pertama dimana gue menumpang di rumah orang. Gue yang sebelumnya tidak begitu bersemangat dengan perjalanan ini, dibuat terperangah dengan semua hal yang gue temukan selama perjalanan. Gue yang masih belum tahu akan menginap dimana dan nantinya akan kemana selama gue di Lombok terbantu dengan adanya Lombok Backpacker yang dengan hangatnya menerima keberadaan gue. Melalui Lombok Backpacker, gue mengenal Mbak Anggi yang menawarkan diri untuk mengantarkan gue ke Rumah Singgah sesampainya gue di Bandara Internasional Lombok. Gue juga mengenal Mas Duta dan Mbak Fairuz yang mengijinkan gue menginap di Rumah Singgah selama gue ada di Lombok. Dan di Rumah Singgah ini, gue mengenal Keluarga Bapak dan Ibu Ihksan yang dengan tulus menerima keberadaan gue dan membantu gue selama gue di Lombok.
Perjalanan yang disponsori oleh tiket pesawat promo seharga Rp. 55.000 ini terbilang sangat singkat. Rencana perjalanan yang seharusnya 3 hari 3 malam berubah dikarenakan perubahan jadwal penerbangan yang seharusnya pagi menjadi sore hari. Rencana gue untuk menginap di Gili Trawangan di hari pertama gue di Lombok pun terancam gagal karena adanya perubahan jadwal penerbangan ini. Meskipun begitu, gue yang awalnya berencana untuk menginap di bandara untuk mengejar penerbangan pagi, sedikit beruntung dengan adanya perubahan jadwal penerbangan yang ada. Ya, ada baik namun ada buruknya juga. Meskipun perubahan jadwal penerbangan membuat perjalanan gue menjadi semakin singkat di Lombok namun gue beruntung karena keluarga besar Lombok Backpacker memudahkan semuanya hingga gue bisa mengunjungi banyak spot populer di Lombok. Perjalanan gue di Lombok nggak akan berarti tanpa bantuan keluarga besar Lombok Backpacker. (Dear Lombok Backpacker)

20 komentar:

WHEELERS GUESTHOUSE KUALA LUMPUR

3:35 PM Winda Provita 13 Comments

Kadang-kadang kita itu perlu gambling ketika traveling. Apalagi kalau traveling dengan dana terbatas. Nggak semua hal bisa dipersiapkan di awal. Ya, seperti perjalanan gue ke Kuala Lumpur Januari lalu. Perjalanan pertama Tanti, Wandan, dan Joewarni ke Kuala Lumpur untuk pertama kalinya itu bisa dibilang kurang persiapan. Gue bahkan ogah banget booking penginapan untuk mereka. Alasannya? Ya, karena kurangnya informasi penginapan murah di Kuala Lumpur. Belum ada penginapan yang pas di kantong dan itu yang membuat gue memutuskan untuk gambling. “Cari penginapan langsung di Kuala Lumpur aja nanti”, pikir gue kala itu.

Definisi murah bagi setiap orang itu jelas berbeda. Rata-rata biaya penginapan di Kuala Lumpur yang hanya RM 30 per malamnya mungkin sudah murah banget buat sebagian orang. Tapi buat gue itu masih sedikit mahal. Apalagi kalo gue lagi traveling bareng Tanti. Biaya penginapan adalah salah satu hal yang sangat harus dipangkas. Jika biasanya rata-rata orang mengeluarkan RM 30 untuk biaya menginap semalam perorangnya. Maka, gue harus menggunakan RM 30 itu sebagai biaya menginap 2 orang, gue dan Tanti. Ya, kurang lebih begitulah.
Wheelers Guesthouse

13 komentar: