WHEELERS GUESTHOUSE KUALA LUMPUR

3:35 PM Winda Provita 13 Comments

Kadang-kadang kita itu perlu gambling ketika traveling. Apalagi kalau traveling dengan dana terbatas. Nggak semua hal bisa dipersiapkan di awal. Ya, seperti perjalanan gue ke Kuala Lumpur Januari lalu. Perjalanan pertama Tanti, Wandan, dan Joewarni ke Kuala Lumpur untuk pertama kalinya itu bisa dibilang kurang persiapan. Gue bahkan ogah banget booking penginapan untuk mereka. Alasannya? Ya, karena kurangnya informasi penginapan murah di Kuala Lumpur. Belum ada penginapan yang pas di kantong dan itu yang membuat gue memutuskan untuk gambling. “Cari penginapan langsung di Kuala Lumpur aja nanti”, pikir gue kala itu.

Definisi murah bagi setiap orang itu jelas berbeda. Rata-rata biaya penginapan di Kuala Lumpur yang hanya RM 30 per malamnya mungkin sudah murah banget buat sebagian orang. Tapi buat gue itu masih sedikit mahal. Apalagi kalo gue lagi traveling bareng Tanti. Biaya penginapan adalah salah satu hal yang sangat harus dipangkas. Jika biasanya rata-rata orang mengeluarkan RM 30 untuk biaya menginap semalam perorangnya. Maka, gue harus menggunakan RM 30 itu sebagai biaya menginap 2 orang, gue dan Tanti. Ya, kurang lebih begitulah.
Wheelers Guesthouse
Dari Melaka kami langsung melaju menuju ke Kuala Lumpur. Sepanjang perjalanan ke Kuala Lumpur gue agak tegang boo, khawatir bingitttzz, ada nggak ya penginapan dengan harga RM 30 untuk 2 orang. Gue belum tau mau menginap dimana. Belum ada satupun nama penginapan yang bisa gue jadikan acuan. Satu-satunya yang gue punya hanya nama Petaling Street, lokasi dimana nantinya gue akan mencari penginapan. “Duh, kalau nggak ada gimana ya? Wandan dan Joewarni sih aman. Duit mereka masih banyak. Lagian mereka juga sudah gue suruh nyisihin RM 30 untuk penginapan per orangnya. Lah gue? Tanti? Cuma itu duit yang kami siapkan untuk penginapan”, oceh gue dalam hati.
Sesampainya di station LRT Pasar Seni, gue pun langsung menuju ke Petaling Street untuk mencari penginapan. Meskipun kaki agak goyah mau melangkah karena belum tau mau melangkah kemana tapi di depan Wandan dan Joewarni gue harus tetep tegar. Supaya nggak ketahuan kalau belum punya ide mau menginap dimana, gue pun meminta Wandan dan Joewarni untuk duduk diam di depan station. “Biar gue dan Tanti aja yang nyari, kalian tunggu disini jagain tas yo”, ucap gue sok tegas.
Belum jauh kaki melangkah, gue menemukan simpang 4 yang membuat gue makin bingung. Kalau lurus gue shopping, kalau balik entar ketemu Wandan dan Joewarni. “Hmm, belok kanan atau kiri ya”, ucap gue bingung. Dengan cepat, gue pun memutuskan untuk belok ke kiri. “Kalau salah ya tinggal muter balik”, pikir gue kala itu. Bisa dibilang ini adalah pertama kalinya gue ke Petaling Street, makanya gue nggak gitu paham sama jalannya. Eh tapi yang namanya rejeki cewek cantik nggak akan kemana. Baru beberapa langkah, gue langsung lihat sign box bertuliskan Wheelers Guesthouse di sisi kiri jalan. Tanpa pikir panjang karena gue nggak punya yang panjang-panjang, gue pun langsung masuk ke dalam bangunan itu. Begitu masuk, gue disuguhi papan pengumuman yang menyatakan bahwa hostel terletak di lantai 1 dan biaya menginap di sana hanya RM 18 per orangnya. Ulalalala. Sesuatu. I feel free.
Resepsionis
Seperti orang kesetanan, gue pun langsung menaiki tangga dengan nafsu membara. Gue langsung menuju ke meja resepsionis dan menanyakan kepastian harga tersebut. Dengan ramah seorang resepsionis menjelaskan bahwa harga itu berlaku di hari biasa dan karena hari itu kami datang di hari libur nasional dimana bertepatan dengan Chinesse New Year maka harga yang berlaku adalah RM 20 per orangnya. “Yaela, yowislah RM 20 nggak apa-apa lah. Total duit si Wandan, Joewarni dan kami kalau dikumpulin kan jadi RM 90. Masih ada sisa RM 10 entar gue kembaliin ke mereka aja. Utang RM 10 sik tapi nggak usah bilang-bilang. Entar bayarnya kalau sudah di Solo aja. Hihihihi”, niat jahat gue kala itu. Dengan cepat gue pun langsung memesan bed untuk 4 orang. Namun sayangnya lagi-lagi resepsionis tersebut menjelaskan bahwa bed di dormitory hanya tersisa untuk 2 orang saja. “Yaela, niat jahat gue nggak direstui Tuhan”, gue mulai lemas. Nggak mau menyerah disitu gue pun iseng menanyakan harga kamar privat. Resepsionis itu kembali menjelaskan bahwa kamar privat dengan 2 bed seharga RM 40 dan kamar privat dengan 3 bed seharga RM 60 per malamnya. “Lah, murah bingitttssss boo”, gue kembali girang. Resepsionis itu pun mengantar gue dan Tanti untuk melihat kondisi kamarnya. Gue pun langsung memesan kamar privat dengan 3 bed. Nggak lupa, gue juga meminta ijin untuk menggunakan kamar privar itu untuk berempat. “Apakah boleh kami menggunakannya untuk berempat?”, tanya gue waktu itu. Dengan ramah resepsionis itu menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki fasilitas bed tambahan dan jika kami tidak masalah berbagi bed maka dia pun tidak masalah. Seperti tau isi pikiran gue, Tanti pun mengangguk, memberi kode bahwa dia nggak masalah. “Yeah, kelar juga masalah penginapan. Cuma perlu RM 20 untuk kami berdua. Lebih hemat ternyata. Hihihihi. Sekarang saatnya menjemput si Wandan dan Joewarni”, ucap gue bersemangat.
INFO

  • Wheelers Guesthouse ini lokasinya di Petaling Street. Dari KL Sentral, kalian bisa naik LRT dengan tujuan Pasar Seni dengan tarif RM 1. Dari station Pasar Seni langsung aja jalan ke arah Petaling Street. Jika kalian menemukan simpang 4 dengan Reggae Hostel di depan kalian, silahkan langsung belok kiri. Jalan pelan-pelan, Wheelers Guesthouse terletak di sisi kiri jalan nggak jauh dari simpang 4.
  • Berdasarkan pengalaman pada Januari 2014, biaya menginap di Wheelers Guesthouse di hari biasa adalah RM 18 per orang per malamnya dan RM 20 di hari libur untuk per orang per malamnya.
    Our room
  • Kamar privat harganya nggak jauh beda dengan dormitory. Jadi, kalau mau menginap berdua atau bertiga, gue sarankan pilih kamar privatnya aja. Kalau mau nekat kamar buat bertiga dipakai berempat ya monggo. Yang penting ijin dulu.
    I share this bed with Tanti
  • Kalau gue nggak salah dormitory maupun kamar privat disini itu sesuai gender. Jadi nggak ada mix dormitory. Cewek ya nginep di dormitory cewek. Yang cowok ya nginep di dormitory cowok. Bahkan meskipun kamu sewa kamar privat, peraturan tetap sama, kecuali kalau punya surat nikah. Eh tapi, kalau nggak salah loh ya.
  • Ada harga ada rupa. Semua kamar disini itu tanpa AC alias cuma pake fan. Eh tapi nggak tau deh, mungkin ada kamar yang ber-AC, kalian tanya dulu aja. Kalau pun ada harga pasti berbeda.
  • Kamar mandi banyak, bersih, dan ada air panasnya.
  • Free wifi dan free breakfast.
  • Selain menawarkan biaya menginap yang murah, Wheelers Guesthouse ini lokasinya strategis banget. Deket dari station LRT Pasar Seni. Mau shopping oleh-oleh? Bisa di Petaling Street dan Central Market. Mau makan murah? Bisa di kedai makan India yang ada di Kasturi Walk atau di kedai-kedai makan yang ada di Petaling Street.

13 comments:

  1. Ckckck... ngirit banget sampe bela-belain nginep < Rp 100.000 semalem, hahaha. :D

    Tapi nginep rame-rame begini emang enaknya nyari yg murah-murah, biar kebersamannya lebih terasa. Senasib sepenanggungan, hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. harus ngirit lah boo. bayangin deh kalau seorang RM 30, gue ama Tanti berarti kan harus bayar RM 60. Nah, drpda bayar RM 60 cm buat tidur sih eike mending bayar RM 20 Hehehehehe

      Delete
  2. Widih nice info nih buat menekan budget kalo ke KL lagi...


    jgn lupa mampir ke >> www.travellingaddict.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kalau budget mepet emang mending nginep disini :D
      Pasti mampir kok :)

      Delete
  3. Ini alasannya aku milih kamu utk nemenin Dec ntr :D bisa survive dgn dana terbatas gitu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kak Fan, kalau mau ngajak jalan-jalan lagi boleh loh ahahahahahha *melipir* *malu*

      Delete
  4. Eh aku suka lho, makan di warung belakang pasr seni, murah meriah bareng sopir2 hahah tapi makanan nya JUARA

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh om cumi mah top pisan, kaya raya tapi tetep makannya di warung bareng sopir :o nggak sambil pakai kancut tapi kan mas pas makan? :p

      Delete
  5. Nice info...kebetulan pertengahan Februari aku ber3 mau ke KL dan blm cari hotel...karena tujuan utama adalah Bangkok....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau memang cuma mau transit mendingan emang nginep disini. Bisa hemat :D

      Delete
  6. Wah.. murah skali y mba.. sy pikir 35 RM utk kmr dorm/mlm d bukit bintang ud plg murah.. ternyata msh ad yg lbh murah.. Klo hotel murah d singapur kr tw g mba daerah mana dan nama hotelny ap?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh kalau di Singapura, gg pernah nginep di hotel. Cuma kalau hostel ada, coba klik tab review, nanti ada 2 hostel yang pernah saya review disana. ABC Backpacker Hostel dan City Backpackers Hostel

      Delete
  7. OK.. Sy sdh dpt hostel murah mba.. d woke home capsule hostel.. mgkn bs jd referensi bwt tmn yg liat blog mba.. 😊

    ReplyDelete