MENGENAL TRANSPORTASI UMUM DI CHIANG RAI

3:21 PM Winda Provita 7 Comments

Salah satu hal yang paling saya sukai dari perjalanan saya ke Chiang Rai Desember lalu adalah ketersediaan transportasi umumnya yang beragam. Saya yang awalnya berpikiran untuk menyewa sepeda motor untuk meng-explore kota ini langsung membatalkannya ketika saya tau bahwa semua destinasi wisata yang ada di Chiang Rai dapat dicapai dengan menggunakan transportasi umum. Ya, rute yang jelas dan ketersediaan transportasi umumnya yang banyak sangat memudahkan perjalanan saya kala itu. Meskipun itu kali pertama saya menginjakan kaki disana namun saya tidak pernah sekalipun merasa kesulitan dalam menggunakan transportasi umum yang ada. Kalau pun saya bingung mau naik apa, Tourism Office yang ada di Terminal Bis 1 dapat memberikan jawaban untuk setiap pertanyaan saya.
Terminal Bis 1 Chiang Rai
Sebelum saya membahas lebih jauh mengenai keberagaman transportasi umum yang ada di Chiang Rai. Mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan provinsi paling Utara Thailand ini. Tak kenal maka tak sayang kan? Jadi supaya kita bisa saling menyayangi mari kita saling berkenalan. Hehehe. Uopo toh iki!

Chiang Rai adalah salah satu provinsi yang ada di Thailand. Provinsi ini terletak di Utara Thailand dan berbatasan langsung dengan Myanmar dan Laos. Bagi traveller yang memiliki hobi mengumpulkan cap di paspor mereka, maka Chiang Rai adalah destinasi yang tepat untuk kalian. Karena dengan mengunjungi Chiang Rai, kalian dapat dengan mudah mengunjungi Tachileik (kota perbatasan Myanmar) serta Don Sao (kota perbatasan Laos) sekaligus. Menarik bukan? Sekali jalan, bisa dapat 3 cap negara sekaligus. Hehehehe.
Keadaan di dalam Terminal Bis 1
Sayangnya banyak wisatawan yang belum mengenal Chiang Rai. Banyak wisatawan yang lebih mengenal Chiang Mai dibanding Chiang Rai. Biasanya mereka menginap di Chiang Mai dan mengikuti paket tur yang banyak disediakan di Chiang Mai untuk meng-explore setiap destinasi wisata yang ada di Chiang Rai. Nggak salah sih, hanya saja buat saya pribadi, saya lebih suka menginap di Chiang Rai. Meskipun Chiang Rai tidak sebesar Chiang Mai namun dengan menginap di Chiang Rai saya bisa belajar banyak, belajar ngeteng dengan transportasi umum yang ada disana misalnya.

Karena duduk diam di dalam van dan mendengarkan pemandu wisata berbicara bukanlah style saya, maka mari kita mulai saja perkenalannya.

Taxi Meter
Sebagai budget traveller, Taxi itu seperti momok yang mengancam kelangsungan isi dompet saya, jadi sebisa mungkin saya selalu menghindari untuk naik Taxi dimanapun saya berada. Namun karena waktu itu saya dan Kak Fanny sampai di Chiang Rai sudah lewat jam 10 malam dan satu-satunya transportasi umum yang saat itu tersedia di Bandara Mae Fah Luang adalah Taxi, maka mau nggak mau saya dan kak Fanny pun memilih Taxi untuk mengantarkan kami ke hotel.
Taxi Chiang Rai
Seakan tidak percaya dengan supir Taxi-nya, kami sempat was-was kalau-kalau nanti kami diajak berputar-putar di kota untuk membengkakkan biaya. Gimana nggak was-was, lah wong kami berdua sama-sama nggak tahu dimana letak hotel kami berada, diajak muter-muter pun pasti kami pasrah. Hehehehe. Tapi untungnya malam itu supir Taxi kami tidak melakukan apa yang kami tuduhkan sebelumnya. Dia langsung mengantarkan kami ke hotel dengan biaya yang sebenarnya tertera hanya 70 baht namun dia meminta 100 baht. Huhuhuhu. Nggak diajak muter-muter sih, tapi harganya tetep aja dinaikin. Dan ya, karena Kak Fanny baik, si supir malah dikasih 140 baht. Tepuk tangan. Hehehehe.

Taxi di Chiang Rai menggunakan jarak sebagai patokan harganya. Jadi berdasarkan pengalaman saya, nantinya disaat pertama kali naik dan duduk manis di dalam Taxi, supir Taxi akan menjelaskan ke kalian tentang cara perhitungan biaya Taxi. Kalau disini istilahnya buka pintu kali ya, nah biaya buka pintunya itu sebesar 30 baht dan biayanya akan bertambah 10 baht tiap 1 Km-nya. Penjelasan tentang ini juga ada print outnya yang ditempel di bagian belakang bangku depan, jadi kalian bisa baca-baca to make sure penjelasan si supir bener. Nah, karena jarak dari Bandara ke pusat kota nggak begitu jauh, naik Taxi pun pasti nggak akan menyentuh angka 100 baht.

Songthaew
Songthaew ini adalah mobil pick up yang sudah dimodifikasi dan digunakan sebagai transportasi umum di dalam kota. Nggak Cuma di Chiang Rai, di Chiang Mai dan Bangkok, di beberapa kota di Thailand lainnya pun, Songthaew ini pasti ada. Kalau di Indonesia, Songthaew ini ibarat angkot lah ya.
Songthaew
Karena jarak hotel kami dari Terminal Bis 1 lumayan jauh, beberapa kali kami naik Songthaew untuk menuju Terminal Bis 1. Berdasarkan pengamatan saya, masing-masing Songthaew di Chiang Rai sudah memiliki rutenya sendiri. Jadi meskipun warnanya sama, jangan asal naik, pastikan dulu ke si supir tentang tujuan kalian. Kalau saya nggak salah, jauh dekat biaya naik Songthaew ini adalah 20 baht per orangnya. Harga itu berdasarkan pengalaman naik dari hotel ke Terminal Bis 1 dan berdasarkan ngintipin orang lokal tiap kali mereka bayar ongkos Songthaew waktu kami menuju ke White Temple. Oiya, Songthaew jurusan White Temple ada sendiri ya, saya beberapa kali pernah lihat, jadi jangan mau kalau disuruh booked satu Songthaew untuk nganter ke White Temple. Pokoknya start setiap perjalananmu di Terminal Bis 1 ajalah. Pengalaman kami kemarin, gara-gara dari hotel naik Songthaew yang bukan jurusan ke White Temple, si supir malah ngira kami mau booked dia, dan minta 300 baht. Huhuhuhu. Murah sih kalau rame-rame ke White Temple-nya, lah kami cuma berdua, yasudahlah, cuma bisa ngelus dada, dadanya Jupe.
Bagian belakang untuk naik penumpang
Tuk Tuk
Tuk Tuk ini adalah kendaraan bermotor beroda tiga yang juga digunakan sebagai transportasi umum di dalam kota. Kalau saya perhatikan, transportasi umum di Thailand dan Indonesia itu mirip mirip lah ya. Seperti Tuk Tuk ini, kalau diperhatikan dengan seksama mirip dengan Bajaj. Ya tapi ini versi okenya sih, lebih lapang dan nggak seberisik Bajaj. Hehehehe.
Tuk Tuk
Lagi-lagi karena jarak hotel kami dan Terminal Bis 1 yang lumayan jauh, kami beberapa kali naik Tuk Tuk dari dan ke hotel. Meskipun nggak ada Tuk Tuk yang ngetem di sekitaran hotel kami, namun kami beruntung karena beberapa kali menemukan Tuk Tuk yang baru mengantarkan penumpangnya. Sebagai perbandingan, ongkos naik Tuk Tuk dari hotel ke Terminal Bis 1 dan sebaliknya adalah 60 baht. Tapi biasanya kami selalu menawar 50 baht. Kalau beruntung sih bisa dapat 40 baht. Hehehehe. Beda tipis lah ya dengan ongkos Songthaew. 
Tuk Tuk
Oiya, Tuk Tuk di Chiang Rai juga bisa di booked untuk keliling kota, biasanya mereka menyediakan print out harga dan tujuan wisatanya. Sebagai gambaran, ke White Temple mereka pasang harga 300 baht, sama kayak Songthaew. Kalau dalam kota seperti Clock Tower Chiang Rai 40 baht saja dari Terminal Bis 1.

Ojek
Di Thailand juga ada ojek. Hehehehe. Saya kebetulan menemukan ojek ini ketika saya dan Kak Fanny mengunjungi Doi Tung Royal Project. Kebodohan saya yang tidak mengikuti instruksi petugas di Tourism Office yang sudah memberitahu saya cara mencapai Doi Tung, adalah alasan mengapa saya mau nggak mau harus naik ojek untuk ke Doi Tung Royal Project. Mini Van yang saya pikir akan mengantarkan saya ke Ban Huay Khrai dimana nantinya saya akan berpindah ke Songthaew berwarna pink dengan tujuan langsung ke Doi Tung Royal Project, malah menurunkan saya di Doi Tung Junction. Nggak salah sih, cuma kurang tepat, dan ketidaktepatan itu mengakibatkan saya dan Kak Fanny harus naik ojek, yang mana sepanjang penglihatan saya saat itu memang satu-satunya transportasi umum yang bisa digunakan untuk menuju ke Doi Tung Royal Project. Dari Doi Tung Junction ke Doi Tung Royal Project pulang pergi ongkosnya 140 Baht. Anyway, ada papan informasi tarif ojek ke setiap tujuan di Pangkalan Ojek yang ada di Doi Tung Junction. Saya yang waktu itu lagi sibuk nego pakai bahasa tarzan sama akang tukang ojek jadi lupa ngecek tarif-tarifnya.

Kak Fanny lagi bayar Ojek
Bis
Saya akan membagi kategori bis ini menjadi 2, Green Bus dan Local Bus. Sebenernya nggak cuma 2, ada Perusahaan Bus lainnya juga yang menyediakan transportasi langsung ke Bangkok, tapi karena waktu itu saya nggak tertarik jadi lupa mencari tahu. But, you can find their counter in Bus Terminal 1.
Ini bukan Green Bus, Ini Local Bus

Green Bus
Waktu pertama kali saya menginjakkan kaki di Terminal Bis 1, saya sempat mengira Green Bus adalah Bis yang berwarna hijau. Ternyata oh ternyata, Green Bus adalah nama perusahaan yang mengelolanya. Green Bus melayani rute dengan tujuan ke Chiang Mai. Jadi cara paling ampuh untuk sampai ke Chiang Mai maupun ke Chiang Rai dari Chiang Mai adalah dengan menggunakan Green Bus ini. Ada banyak pilihan kelas dan tarif, you can check it in their counter.
Loket Green Bus
Bis yang melayani rute Chiang Mai - Chiang Rai
Selain Bis besar, Green Bus juga menyediakan Mini Van dengan tujuan ke Mae Sai dan Golden Triangle. Tarifnya sekali jalan 50 baht. Mini Van ini bisa ditemukan di dekat kamar mandi. Platformnya ketutupan orang jualan jadi harus cermat untuk menemukannya.
 
Mini Van ke Golden Triangle
Local Bus
 
Local Bus yang mirip dengan metro mini di Jakarta ini melayani rute yang hampir sama dengan Mini Van yang disediakan oleh Green Bus. Bedanya jika Green Bus VIP, maka ini kelas ekonominya lah. Saya sempat mencoba naik Local Bus ini sepulangnya dari Doi Tung Royal Project. Berdasarkan pengalaman saya waktu itu sih, Local Bus ini lumayan nyaman. Buktinya, saya bisa tertidur karena sepoi-sepoi angin dari kipas angin yang cukup banyak di pasang di dalam Bis. 
Local Bus di Chiang Rai
Keadaan di dalam Local Bus
Well, itulah keseluruhan transportasi umum yang berhasil saya coba selama saya berada di Chiang Rai. Beruntung ya saya, sekali jalan semua transportasi umum saya coba. Hehehehe. 

*All of the cost for this trip is sponsored by dcatqueen.com

7 comments:

  1. menarik tuh, pengen nyobain juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Then you should go to Thailand to try these :D

      Delete
  2. Ihhhh, komplit loh :D.. Aku aja blm mikirin mw nulis transportasi hihihi...

    Jd pgn balik ke chiang rai -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku mulai nulis yang ada di otak aja kak Hehehehe Mumpung lagi semangat nulis, jadi apa aja yang muncul di otak nanti ya tak tulis :D random lah

      Delete
  3. Halo Kawan, Chiang-rai, ada rekomendasi yang oke banget? Murah, tapi bisa di sewa sebluan (ibarat mahasiswa Kos-Kosan). Saya ingin bertapa dalam waktu yang cukup, dan metamorfosis jadi orang lokal.....

    Saya suka gaya ceritamu, dan ini informasi transportasi berguna buat para penikmat jalan-jalan MAN.....

    semangat7x

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh nggak tahu kalau untuk selama itu. Tapi kemarin saya sempet nginap di Red rose Hotel selama di Chiang Rai tarifnya starting 350 baht per malam.

      Delete
  4. Hi, mo tanya kalo sewa songthew ke white temple ntar baliknya lg naik apa ya,tq

    ReplyDelete