TERJEBAK DI RED ROSE HOTEL CHIANG RAI

11:52 AM Winda Provita 12 Comments

Saya dan Kak Fanny tiba di Chiang Rai lewat dari jam 10 malam. Keadaan bandara malam itu sangat sepi. Hanya kami dengan beberapa penumpang yang turun bersama-sama kami saja yang saat itu memenuhi bandara. Kios-kios di bandara pun sudah banyak yang tutup. Karena kami menggunakan connecting flight dari Kuala Lumpur, kami dan 2 orang lainnya harus melewati pintu kedatangan internasional. Hanya ada 2 petugas yang malam itu berjaga. Beruntung kami sudah melewati pemeriksaan imigrasi di Bangkok, jadi kami tidak perlu melapor lagi kali ini.
Red Rose Hotel
Melewati pintu kedatangan internasional, saya dan Kak Fanny langsung mencari taxi untuk mengantar kami ke hotel. Kami hanya perlu menunjukkan print out nama hotel tempat kami menginap, supir taxi pun langsung mempersilahkan kami untuk naik.
Kami yang memang tidak tahu dimana letak hotel kami berdua berada hanya bisa pasrah dan percaya kepada si supir taxi. Seharusnya sih, jarak bandara ke hotel tidak begitu jauh. Eh ternyata benar, nggak lama taxi meninggalkan bandara, samar-samar saya melihat plang RED ROSE HOTEL di pinggir jalan.
Taxi kami berbelok dan mulai memasuki jalanan setapak yang hanya muat untuk 1 mobil.
“DEG!” Perasaan saya tiba-tiba nggak enak ketika taxi berhenti. Saya turun dari taxi dan bengong melihat sekitar saya. Suara karaoke yang sayup-sayup terdengar membuat saya menengok ke arah suara berasal.
“Ngg oke. Ini memang Red Rose Hotel, tapi seriusan nih kita bakal nginep disini?”
Kami langsung mendatangi satu-satunya staff hotel yang saat itu berada di depan ruangan resepsionis. Kami memberikan bukti reservasi kami dan staff tersebut langsung memberikannya ke petugas lain yang berada di dalam ruangan resepsionis. Tidak selang beberapa lama, staff tersebut langsung mengantarkan kami ke kamar.
“Ngg anu, kok nggak disuruh nunjukin paspor yak? Kan biasanya kalau nginep di luar negeri paspor pasti diminta untuk persyaratan check in.” Saya mulai curiga. Ini semua diluar kebiasaan hotel biasanya.
Kamar-kamar di Red Rose Hotel
Lucu yak?
Keadaan hotel ini memang berbeda dengan kebanyakan hotel pada umumnya. Sebuah perkarangan besar dengan kamar-kamar yang saling berjejer layaknya ruko. Dekorasi dan warna-warni hotel yang dibuat seperti taman hiburan. Penerangan yang minim. Ditambah tempat karaoke yang berada di pojokan. Ngg, hati saya gelisah, hotel ini sangat jauh dari bayangan saya.
Pick the room
Do you want to enter my room?
Kami diantar ke kamar No. 306. Tulisan di pintu menunjukan bahwa ini adalah kamar dengan tema Thai Boxing. Ya, dari awal Kak Fanny membooking kamar di hotel ini, saya memang sudah diberitahu bahwa hotel ini adalah HOTEL BERTEMA. Dengan pemikiran seperti itu, saya yang juga sempat mengecek website hotel ini pun tidak mempermasalahkannya. Saya bahkan cenderung bersemangat ketika melihat dekorasi kamarnya. Ada banyak sekali pilihan tema yang disediakan oleh hotel ini. Salah satunya adalah Thai Boxing, kamar dimana kami menginap malam ini.
Ini kamar Thai Boxing
Sasak dan lonceng pun ada di kamar
Kamar kami disulap layaknya arena tinju. Sebuah ring besar berada di tengah ruangan. Sarung tinju serta lonceng untuk menandakan pertandingan dimulai pun turut menghiasi kamar kami. Jangan tanya kami nantinya akan tidur dimana, karena sebuah kasur besar sudah ditempatkan tepat di tengah-tengah ring tinju. Hahahaha. Saya langsung sibuk mengagumi dekorasi kamar yang di luar kebiasaan ini.
We sleep there
Kamu mau tinju-tinjuan sama aku? Hihihihi
Sampai tiba-tiba, saya dikagetkan dengan sebuah gambar yang terukir di pintu kamar mandi. Saya melongo tidak habis pikir memperhatikan gambar dihadapan saya. Gambar tersebut memperlihatkan seorang pria dan wanita sedang asik bertinju! Ngg, nggak ada yang salah sih sama gambarnya, toh cuma adegan tinju aja. Cuma masalahnya, yang cewe nggak pakai baju sama sekali boo! Bulu-bulunya itu loh, terpampang nyata cetar lebatnya!
Lebat kan bulunya?
“Alamak, saya kotor! Saya kan masih lugu! Kenapa saya diajak menginap di tempat seperti ini? Huhuhuhu. Ini bukan hotel untuk berlibur pada umumnya, ini hotel untuk gitu-gituan mak! Tolong.. Tolong.” Saya terus menerus ngoceh nggak karuan.
Saya shock berat!
Saya sangat gelisah! Saya parno! Saya takut!
Saya terus menerus memikirkan hal buruk. Saya takut kalau-kalau sewaktu kami berdua tidur nanti tiba-tiba ada yang masuk ke dalam kamar dan memperkosa kami. Kami disekap, lalu kami digilir layaknya sajian prasmanan.
“Alamak! Baru hari pertama, keperawanan saya sudah terancam!”
Saya harus bagaimana? Ini kali pertama saya menginap di hotel seperti ini.
Saya bolak-balik mengecek pintu kamar dan memastikannya benar-benar terkunci. Saya bahkan mengecek setiap sudut kamar dan memastikan bahwa tidak ada kamera tersembunyi disana. Kaca yang ada di dalam kamar pun nggak luput dari pengecekan saya.
Semalaman saya nggak bisa tidur. Saya takut kalau nantinya ini jadi malam terakhir keperawanan saya. Saya terus membayangkan keadaan hotel ini.
“Apa ya yang kira-kira dilakukan oleh tamu yang menginap di kamar ini sebelumnya?”
“Apakah mereka mempraktekkan apa yang gambar tadi perlihatkan? Mereka bertinju sebelum saling menindih? Uwooo, seru juga ya! Kira-kira berapa ronde yang mereka lakukan? Aduh, kotor sekali pikiran saya. Hahahahaha.”
Meskipun malam sudah semakin larut, namun saya terus menerus mendengar suara mobil berdatangan.
Ya, gambar porno di pintu kamar mandi, penerangan yang minim, suara karaoke, dan mobil-mobil yang berdatangan di malam yang larut seperti ini.
“Fix, hotel ini memang HOTEL ESEK-ESEK”
Malam pertama saya menginap di Red Rose Hotel sungguh sangat menegangkan. Maklum lah, ini kali pertama saya menginap di hotel esek-esek seperti ini. Saya tidak bisa berhenti berpikiran buruk tentang apa yang akan terjadi nanti. But yeah, Puji Tuhan. Malam pertama berlalu dan keperawanan saya masih utuh. Nggak ada hal buruk terjadi pada kami berdua. Semuanya aman, seperti layaknya kami sedang menginap di hotel pada umumnya. Kondisi di pagi hari pun, tidak seseram saat malam. Kami bahkan berkeliling hotel untuk berfoto-foto. Ya, kami serasa sedang berada di taman hiburan.
Bagian depan hotel

Kayak di taman hiburan kan yak dekorasi hotelnya?
Meskipun hotel ini mostly digunakan untuk yang tidak-tidak, tapi bagi saya pribadi hotel ini sangat menarik. Saya bahkan betah sekali menginap di hotel ini. Kebetulan kami menginap disini selama 3 malam. Keparnoan saya pun hanya terjadi di malam pertama. Di malam-malam berikutnya, saya sudah biasa. Bahkan di malam ketiga kami menginap disini, saya malah minta pindah kamar. Bukan karena kamar kami sebelumnya bermasalah, hanya saja saya penasaran dengan tema lain yang ada di kamar lain. Dan yes, I got it! Kami diijinkan berpindah kamar dan kali ini kami mendapatkan kamar dengan tema Star Wars. Wohooo! Can you imagine it? Saya seperti dibawa menginap di dalam pesawat luar angkasa. Menarik sekali! Detail kamar benar-benar sangat diperhatikan. Saya jadi menyesal kenapa nggak minta pindah kamar di malam kedua. Kan lumayan, 3 malam dapat 3 kamar dengan 3 tema berbeda. Hehehehe. But yeah, mungkin itu pertanda supaya saya kembali lagi nanti. Semoga saja.
Pindah kamar! Ke Kamar Star Wars
Kamar Mandi di kamar Star Wars
Pintu Kamar bisa dibuka dan ditutup
See? Bahkan ornamen pintunya detail banget
Apakah kamar Star Wars kami bebas dari gambar porno? Jelas tidak, tapi paling nggak, nggak separah di kamar Thai Boxing. Hehehehe. 
Mbak-mbaknya lagi tindih-tindihan masa
Anyway, kalian juga bisa membaca tulisan Kak Fanny tentang hotel ini disini. Kalian bisa tahu poin-poin positive dan negative dari hotel ini disana. Sejauh saya menginap di Red Rose Hotel selama 3 malam. Saya sangat merekomendasikan hotel ini untuk kalian. Apalagi jika kalian menginap disini bersama pasangan. Wohooo kalian bisa botum dengan berbagai tema. Botum, bobo tumpuk. 
Saya tidur di pesawat luar angkasa
Red Rose Hotel cool!
*All the cost for this trip is sponsored by dcatqueen.com

12 comments:

  1. oMIGOT... yg pada esek-esek di sana sambil cosplay mesti >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngg, iya mungkin ._. akunya masih lugu nggak bisa bayangin mereka esek-esek sambil cosplay

      Delete
  2. wkwkwkwwkwkwk.... omigoooot, kok aku jd ngerasa kyk mucikari yg mnculik cewe sih hahahahaah... ;p

    aku kgn chiang rai... sumpah ini kota k2 yg bikin aku mw balik lagi, lagi dan lagi... biasanya tiap traveling palingan cuma sekali, ya udh..ga pgn dtg lagi...:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah kak fanny kan emang menculikku, aku yang lugu ini jadi ternoda pikirannya :')

      Delete
  3. wah, asyik banget hotelnya, jadi pingin nyobaa :p
    di Indonesia jarang ada hotel yang niat banget bikin tematis gitu di daerah wisata. padahal mestinya bisa menarik banyak pengunjung ya.. (dan konsultan interiornya pasti mabok ngerjain gambarnya)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di Indonesia ada pasti mahal boo :/

      Delete
  4. Wahahaha langsung searching tempatnya ah, Gila ya kreatif banget yang buat hotelnya nice share :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyak kreatif banget kan?
      Padahal bagus banget kalau dikelolanya untuk liburan.
      Pasti wisatawan makin betah.

      Delete
  5. wah ngajak geluttnyya keceehh mbak hehe...itu bisa tinju beran mbak?? mantepe eeuuyy.....

    ReplyDelete
  6. tes tes, kok dari kemarin gak bisa komen disini ya kaaaak T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, apa iya? :o ada yang komen bisa kok :o

      Delete