MARI BERHITUNG SEBELUM KE KALIBIRU

8:59 AM Winda Provita 39 Comments

Sudah lama sekali Kalibiru ada di angan (baca: Rencana Perjalanan di Tahun 2015). Tapi baru kemarin gue bisa mewujudkannya. Kebetulan salah satu sepupu jauh lagi wisuda, jadi kantor diliburkan karena bude harus ke Jogja untuk wisudanya. Gue sih diajak, tapi gue lebih milih ke Kalibiru. Jahara.
Kalibiru, Kulon Progo
Beberapa hari terakhir, Solo selalu dirundung hujan. Hujannya nggak kira-kira, bikin banjir dimana-mana. Awalnya gue ragu mau ke Kalibiru. Ditambah pagi dimana gue berangkat, mendungnya parah banget. Nggak cuma mendung ding, gerimis romantis abis pagi itu. Perjalanan Solo ke Jogja dingin banget karena mendung dan angin gede. Naik motor ke Jogja berasa kayak mau ke Dieng. Parah.
Gue berangkat dari Solo jam 7 dan sampai di Jogja sekitar jam 9. Tapi, mendungnya tetep, bergelayut manja di langit. Mampir makan di Sop Ayam Pak Min bentar dan langsung lanjut ke Kulon Progo. Ini kali pertama gue ke Kulon Progo. Dari Tugu Jogja gue tinggal lurus ke arah Godean. Di Godean ambil arah ke Wates. Ada 2 jalur untuk ke Kulon Progo, lewat Wates atau Sentolo. Tapi pagi itu gue memilih lewat Sentolo karena lebih deket. Cuma ya itu, jalanannya separuh aspal, separuh bergeronjal manja. Mana harus lewatin hutan pula. Gue sempet takut salah jalan karena pagi itu cuma motor gue aja yang lewat situ.
Tanti di Rumah Pohon
Selesai menerobos hutan dengan jalanannya yang bergeronjal, gue dan Tanti sampai di pos masuk kawasan Waduk Sermo. Kami membayar Rp. 7.000 untuk biaya masuk ke Waduk Sermo. Dari Waduk Sermo, Kalibiru masih sekitar 3 Km lagi jauhnya. Jalanannya? Jangan ditanya. Banyak tanjakan cinta yang bikin motor gue mengerang manja. Untung si Gembul sudah tahan banting. Walaupun beberapa kali gue dan Tanti harus bergantian jalan kaki karena tanjakan yang tingginya nggak ketulungan tapi akhirnya kami sampai juga di Kalibiru tepat jam 10.30. Sampai di Kalibiru, kami harus membayar biaya parkir motor sebesar Rp. 2.000 dan biaya masuk Rp. 5.000 per orangnya. Dari parkiran ke spot foto lumayan bikin ngos-ngosan. Lagi-lagi jalanannya menanjak.

39 komentar:

JALAN-JALAN GRATIS KE KUALA LUMPUR

2:42 PM Winda Provita 14 Comments

Perjalanan kali ini saya ciptakan semata-mata hanya untuk merayakan ulang tahun sahabat saya, Witanti Dyah Utari. Entah darimana datangnya ide gila saya untuk merayakan ulang tahunnya di Kuala Lumpur. Semuanya tercetus begitu saja.
Witanti Dyah Utari
Di pertengahan bulan Februari, saya tidak sengaja menemukan promo dari salah satu partner Air Asia. Promo yang sangat menarik. Solo-Kuala Lumpur pulang pergi dan Hotel 2 malam di Kuala Lumpur hanya sekitar 300.000-an saja per orang. Saya shocked! Terlebih lagi ketika saya mengecek ketersediaan promo di tanggal ulang tahun Tanti. It’s matched beibeh! Saat itu juga, saya langsung menghubungi Kak Fanny untuk meminta tolong di-booking-kan dengan Credit Card-nya. Maklum lah, saya ini kan backpacker kere. Jangankan Credit Card, uang untuk membayar Kak Fanny nanti pun saya nggak punya. Ha Ha Ha Ha. Saya nggak punya uang sama sekali waktu itu. Yah, meskipun saya bilang bahwa saya baru bisa membayar di awal bulan alias hutang, Kak Fanny tetap mengiyakannya.

14 komentar:

PAS NUMISMATIK, MONEY CHANGER DENGAN RATE TERBAIK DI SOLO

12:43 PM Winda Provita 21 Comments

Dua tahun terakhir, setiap kali saya membutuhkan Money Changer, saya akan pergi ke Desmonda. Sulit sekali mencari Money Changer di Solo. Kalau pun ada, maka pilihannya pun tidak banyak. Selain Desmonda, saya hanya tahu Golden Money Changer. Saya biasanya membandingkan dua Money Changer itu sebelum akhirnya memutuskan untuk menukar uang. Dikarenakan biasanya saya hanya menukar sedikit uang, maka saya tidak begitu mempermasalahkan rate yang ada. Namun baru-baru ini, ketika saya harus menukarkan uang Rp. 10.300.000 milik peserta tur saya, saya pun sedikit tidak puas dengan rate yang tersedia di kedua Money Changer itu. Desmonda menawarkan Rp. 3.620 untuk 1 Ringgitnya, sedangkan Golden Money Changer menawarkan Rp. 3.650 untuk 1 Ringgitnya. Tidak puas dengan rate yang ada, saya pun membatalkan niat saya untuk menukar uang di Desmonda. Meskipun setelah tawar menawar akhirnya saya mendapatkan Rp. 3.600 untuk 1 Ringgitnya, namun saya tetap belum puas.
Sisa Ringgit

21 komentar: