LYNN HOTEL JOGJA, PELAYANANNYA JEMPOL LIMA

8:28 PM Winda Provita 10 Comments

Masih seputar perjalanan gue ke Jogja (baca: Candi Prambanan). Kali ini gue akan membahas mengenai hotel tempat gue menginap, Lynn Hotel Jogja by Horison. Sebagai orang yang tinggal di Solo, menginap di Jogja dengan mengeluarkan uang sendiri adalah hal yang gue hindari selama ini. Kenapa gue hindari? Karena gue bukan orang kaya men. Jogja – Solo itu nggak begitu jauh. Daripada duit dipakai untuk bayar hotel sih, gue mending langsung pulang ke Solo. Duitnya bisa ditabung untuk membina masa depan dengan calon suami gue yang masih ada di daftar orang hilang alias belum gue temukan.
Nah, dikarenakan menginap di Jogja adalah hal yang jarang gue lakukan maka bisa dipastikan biaya menginap kali ini pun bukan gue yang bayar. Meskipun biaya menginap nantinya bukan gue yang bayar, gue tetap harus tahu diri dong. Gue nggak bisa seenak jidatnya memilih hotel. Tetep harus yang murah namun berkualitas. Awalnya gue tertarik untuk menginap di Edu Hostel Jogja lagi (baca: Edu Hostel Jogja), cuma perlu bayar Rp. 160.000 maka gue dan Tanti sudah bisa menginap di sini. Tapi mengulang hal yang sama untuk kedua kalinya nggak lagi bikin gue bergairah maka gue pun membatalkannya. Mumpung si Tanti yang bayarin, sekali-kali nginep di hotel lah.
Lynn Hotel Jogja
Cari hotel dengan budget nggak lebih dari Rp. 200.000 adalah tantangan yang harus gue lalui kali ini. Gampang sih sebenernya, toh banyak hotel dengan harga bersahabat di sekitaran Malioboro. Homestay-homestay juga banyak. Tapi belum ada yang pas di hati. Cari hotel itu sama kayak cari pasangan hidup. Nggak boleh asal. Harus pas di hati. Sekali salah pilih, maka nanti akan sulit ditiduri. Tsahh!
Karena yang namanya jodoh nggak kemana, iseng buka website Tiket.com, eh lagi ada promo potongan Rp. 100.000 untuk TOP 30 hotel di Jogja. Coba search hotel yang termasuk TOP 30, dan Lynn Hotel berada di urutan No. 1 hotel dengan harga terendah. Andai cari jodoh semudah cari hotel di Tiket.com.
Setelah memastikan harga yang gue pengen tersedia di tanggal yang gue pengen. Gue pun langsung memesan kamar di Lynn Hotel. Tahu berapa banyak yang harus gue bayarkan untuk menginap di Lynn Hotel Jogja? Hanya Rp. 197.000 saja sob! Harga awalnya Rp. 297.000, room only tanpa breakfast.
Lobby Lynn Hotel
Part paling sulit dari menginap di Lynn Hotel adalah mencari lokasi hotelnya. Lynn Hotel ini berada di Jl. Jogokaryan No. 82. Lah karena gue tahunya cuma Malioboro, maka gue membutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk akhirnya berhasil menemukan hotel ini. Susah banget! Bener kata orang, semakin sulit pasangan kita ditaklukan semakin bikin gereget sebuah hubungan. Halah ngomong opo toh! Anyway, setelah gue sampai di hotel, ternyata hotel ini deket banget dari Alkid. Untuk menuju hotel ini dari Alkid, silahkan cari Plengkung Gading, ada lampu merah terus aja, nanti belokan ke kiri ke-4 ada lapangan ciri-cirinya, silahkan belok kiri, lalu terus saja dan Lynn Hotel ada di sebelah kanan. Atau kalau bingung dari Jl. Parangtritis, Prawirotaman terus saja nanti ada pom bensin belok kanan, Lynn Hotel ada di sebelah kiri.
Pemandangan dari Kamar di lantai 2
Setelah bermandikan cahaya matahari dan kesasar berkali-kali, akhirnya kami pun sampai di Lynn Hotel Jogja. Setelah memarkir motor di basement, kami langsung menuju lobby untuk check in. Sambutannya hangat banget. Proses check in juga nggak rumit, cukup menunjukan bukti pemesanan dan identitas diri, kami pun langsung diberikan kunci kamar. Eits, tapi ada satu hal yang menyentuh hati dari proses check in di hotel ini. Sewaktu Tanti mengurus proses check in. Salah satu karyawan hotel menuangkan dua gelas jus dan memberikannya kepada kami. Hmm, jarang sekali gue temuin pelayanan hotel seperti ini. Biasanya sih, check in ya gitu. Standar, habis dikasih kunci kamar ya udah deh silahkan masuk kamar. Tapi di Lynn Hotel kami di suguhi welcome drink di lobby. Simple sih tapi berkesan sekali! Nggak hanya itu, sewaktu kami akan menggunakan lift untuk naik ke lantai dimana kamar kami berada. Karyawan yang sama sudah standby untuk menekankan tombol lift dan mempersilahkan kami untuk masuk ke dalam lift. Lagi-lagi, simple sih tapi hal simple ini jarang gue temuin di hotel-hotel yang pernah gue inapi sebelumnya. Gue bener-bener merasa dijamu sebagai tamu.
Welcome Drink
Sesampainya di kamar hotel. Gue langsung inspeksi keadaan kamar. Jepret sana sini, cek fasilitas kamar dan gue suka dengan semua yang tersedia di kamar. Gue bisa bilang, kamar di Lynn Hotel ini adalah kamar dengan fasilitas terlengkap yang pernah gue temuin. Fasilitas terlengkap ini harus digaris bawahi loh ya. Kamar yang gue pilih ini kamar standar. Jadi kalau mau bandingin pun harus dengan kamar standar juga. Jangan kalian bandingin dengan kamar jenis lain dengan harga yang jauh berbeda.
Kamar di Lynn Hotel
Di dalam kamar gue, jelas pasti ada tempat tidurnya. Ada empat bantal dengan ukuran berbeda. Yang dua dengan ukuran standar yang biasa buat kepala, dan yang lainnya dengan ukuran agak panjang dan lebar untuk dipeluk. Untuk urusan bantal, ini empuk banget. Enak buat dipeluk! Pas banget buat gue yang merindukan hangatnya memeluk seseorang. Halah!
Kamar di Lynn Hotel
Untuk fasilitas lainnya, ada pemanas air di dalam kamar, ada televisi layar datar tergantung manja di dinding, ada juga kulkas, serta loker untuk penyimpanan barang berharga. Di samping pemanas air tersedia dua botol minum yang bisa diminum gratis, dan juga beberapa sachet kopi, teh, creamer dan gula yang bisa digunakan gratis juga. Selain itu di samping tempat tidur tersedia dua pasang sandal hotel yang pada akhirnya dibawa pulang Tanti untuk oleh-oleh. Untung nggak kena charge, kalau kena charge kan malu boo ketahuan bawa pulang sandal hotel.
Fasilitas di Kamar
Loker dan Kulkas juga ada
Untuk urusan kamar mandi. Ada satu poin plus di kamar mandi yang harus banget ditulis dengan garis miring, dicetak tebal dan menggunakan huruf besar kecil. Di kamar mandi disediakan hAiR DrYeR saudara-saudara! Kalau biasanya di hotel lain, hair dryer disediakan berdasarkan permintaan. Di Lynn Hotel hair dryer tergantung manja tanpa harus diminta. Fasilitas di kamar mandi juga lengkap. Handuk jelas ada, sabun, shampoo, penutup rambut, dan sikat gigi. Jadi kalau lo pengen nginep di Lynn Hotel, nggak perlu ribet bawa kebutuhan mandi dari rumah. Semua sudah tersedia dan dapat digunakan dengan gratis. Tapi jangan berpikiran untuk membawa hair dryernya pulang ya. Itu tidak boleh!
Ada Hair Dryer
Selain fasilitas di kamar, fasilitas hotel pun juga tergolong lengkap. Ada restaurant, kolam renang dan free wifi tersedia. Dan nilai plus lainnya adalah Lynn Hotel memberikan gratis antar ke Malioboro untuk setiap tamu yang menginap. Lynn Hotel juga bekerja sama dengan Paguyuban Becak, jadi kalau ada yang mau jalan-jalan sendiri tapi males bawa kendaraan bisa menggunakan jasa para tukang becak yang ada di depan Lynn Hotel.
Tarif becak
Anyway, sebelum gue sudahi postingan kali ini. Ada satu hal lagi yang sayang kalau nggak gue share sekalian. Jadi sewaktu gue check out dari hotel, resepsionis hotel memberikan gue buah tangan, sebungkus keripik. Ya emang nggak begitu gede kemasannya. Tapi gue sangat appreciate dengan manajemen Lynn Hotel Jogja! Niat mereka dalam menjamu tamu yang menginap benar-benar sangat total dan perlu diacungi jempol. Datang disuguhi jus, pulang dioleh-olehi keripik. Meskipun gue cuma punya empat jempol, tapi gue kasih lima jempol untuk Lynn Hotel Jogja! Semoga lain waktu bisa menginap di sana lagi!
Keripik buah tangan Lynn Hotel

10 komentar:

JANGAN LEWATKAN CANDI SEWU KALAU KE PRAMBANAN

1:13 PM Winda Provita 11 Comments

Gue yakin kalian sudah nggak asing lagi dengan Candi Prambanan. Gue juga yakin banyak dari kalian pasti sudah pernah menjejakan kakinya di sana berulang kali. Gue juga sudah berulang kali menjejakan kaki gue di sana, di luar Candi Prambanan aja tapi alias cuma numpang lewat. Kadang-kadang gue ini sulit mengerti diri gue. Sudah 5 tahun lebih gue tinggal di Solo. Sudah berpuluh-puluh kali gue ke Jogja dan berulang kali melewati kawasan Candi Prambanan. Tapi kenapa gue sama sekali belum pernah ke sana sepanjang 5 tahun ini? Memalukan! Terlalu banyak excuses yang gue kasih, “Halah, Candi Prambanan nggak bakal pindah, kapan-kapan aja kesananya”, adalah salah satu excuse yang sering gue lontarkan. Ya iya nyong! Candi Prambanan memang nggak bakal pindah tapi kenapa lo bisa dengan bangganya pamer pernah ke Wat Arun yang ada di Bangkok tapi nggak pernah sekalipun ke Candi Prambanan yang jaraknya cuma sepelemparan kolor dari tempat tinggal lo?! Itu kalau lo ngelempar kolor ijo.
Komplek Utama Candi Prambanan
Ada banyak banget turis mancanegara ke Indonesia demi Candi Prambanan, mereka kagum akan adanya Candi Prambanan dan lo bilang kapan-kapan aja kesananya? Candi Prambanan itu warisan dunia men! Hanya karena kapan aja lo bisa kesana bukan berarti lo bisa menyepelekannya begitu aja! Lo bisa ke Bangkok demi Wat Arun, lo rela beli tiket pesawat yang harganya selangit demi ke sana. Tapi kenapa lo belum pernah sekalipun ke Candi Prambanan? Masuk ke Candi Prambanan cuma Rp. 30.000 aja loh. Lo nggak perlu naik pesawat untuk ke sana. Ya kecuali lo kaya banget, Solo ke Jogja naik pesawat.
Salah satu Candi di komplek Candi Sewu
Yak, itulah kontroversi hati gue yang menyayangkan kebodohan gue selama ini. Gue getun banget sob baru ke Prambanan sekarang. Lo tau getun kan? Itu loh temennya si Mandra?! Itu Atun nyong! Hahaha oke oke. Intinya gue sangat amat menyesal banget karena baru bisa masuk ke Candi Prambanan sekarang. Candi Prambanan itu keren mampus lah pokoknya!
Kemarin, gue baru saja merayakan pertambahan usia gue dan Candi Prambanan adalah salah satu kado yang gue inginkan. “Gue pengen ke Candi Prambanan!”. Dari seminggu sebelumnya gue sudah mencanangkan perjalanan ini.
Shuttle Bus gratis untuk ke Ratu Boko
Dari Solo, gue berangkat jam setengah tujuh pagi. Gue sengaja berangkat pagi-pagi supaya nggak terlalu siang sampai di Candi Prambanan. Gue sampai di Candi Prambanan sekitar jam delapan lewat. Sudah ada beberapa mobil dan bis yang terparkir. “Masih amanlah, parkiran belum penuh, belum banyak orang berarti”. Gue langsung menuju ke loket pembelian tiket. Dari parkiran ke loket pembelian tiket nggak begitu jauh, ngesot bisa lah. Itu kalau lo mau celana lo robek-robek dan disangka orang gila! Di loket ini gue sengaja beli tiket terusan. Jadi kalau lo cuma mau masuk ke Candi Prambanan aja biayanya Rp. 30.000. Kalau lo mau ke Candi Prambanan dan Ratu Boko biayanya Rp. 50.000, lo bakal hemat Rp. 5.000 dibanding beli tiket terpisah. Biaya bundling Candi Prambanan dan Ratu Boko ini juga termasuk Shuttle Bus gratis karena Ratu Boko berada beberapa kilometer di luar kawasan Candi Prambanan. Nah, tiket terusan alias bundling ini lah yang gue beli.
Candi Siwa yang terbesar di komplek utama
Candi Siwa diintip dari Candi Angsa
Memasuki kawasan Candi Prambanan, gue langsung memaki diri gue sendiri. “Damn, kenapa gue baru kesini sekarang?! Ini mah keren banget?!”. Di kawasan Candi Prambanan ini ada beberapa komplek Candi. Ada Komplek Utama, Komplek Candi Lumbung, Komplek Candi Bubrah dan Komplek Candi Sewu. Komplek Utama adalah Komplek Candi Utama yang memang banyak dikenal publik. Ada beberapa Candi di komplek ini, salah tiganya yang sempet gue masukin adalah Candi Angsa, Candi Brahma dan yang terbesar namanya Candi Siwa. Pengennya sih masukin semua Candi, tapi si Tanti kegendutan badan jadi ngos-ngosan sebelum berperang. Di dalam Candi Brahma dan Candi Siwa ini ada Arca-nya tapi di Candi Angsa nggak ada, nggak tahu kenapa. Di sekitaran Komplek Utama ada banyak reruntuhan Candi, dan reruntuhan Candi ini dibiarkan seperti adanya. Epic!
Akhirnya gue ke Prambanan
Tanti di Candi Siwa
Arca di Candi Brahma
Keluar dari Komplek Utama, gue melihat petunjuk jalan ke komplek Candi yang lain. Ada Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Candi Sewu. Awalnya gue mau jalan kaki untuk Komplek Candi-Candi itu. “Jauh banget loh Candi-nya dari sini”, terang Tanti yang sudah pernah ke Candi Prambanan sebelumnya. “Masa sudah sampai sini nggak lihat Candi yang lain”, jawab gue sambil bete dan berjalan keluar untuk pulang. Belum jauh berjalan, gue menemukan ada penyewaan sepeda. Penyewaan sepeda ini terletak tepat di samping taman di pintu keluar Komplek Utama. Gue langsung mengajak Tanti untuk menyewa sepeda. Dari penjelasan bapak yang menyewakan sepeda, sepeda-sepeda ini memang disewakan untuk memudahkan pengunjung mengunjungi Candi Lumbung, Candi Bubrah dan Candi Sewu. Selain sepeda, juga ada kereta kelinci!
Sepedaan ke Candi Sewu
Sudah sampai Candi Sewu
Naik sepeda mengelilingi kawasan Candi Prambanan nggak pernah ada di agenda gue. Gue bahkan agak nggak yakin gue ini bisa naik sepeda atau nggak. Terakhir kali gue naik sepeda itu waktu SMP dan itupun gue diketawain adik sepupu gue karena nggak bisa. Tapi ternyata sekarang gue bisa! Yeiy! Bersepeda di Candi Prambanan itu asyik sekali, ada jalur khusus untuk sepeda yang disediain. Gue dikasih waktu 40 menit untuk berkeliling, padahal biasanya si bapak bilang cuma 15-20 menit saja. Candi pertama yang kami tuju adalah Candi Lumbung. Sayangnya ada perbaikan di komplek Candi Lumbung jadi kami hanya numpang lewat saja. Lalu selanjutnya kami menuju Candi Bubrah. Namanya juga Candi Bubrah, Candi di sini sudah nggak berbentuk lagi, hanya reruntuhan Candi saja yang ada di sini. Selanjutnya yang terakhir ada Candi Sewu. Candi favourite gue! Candi-candi di Komplek Candi Sewu memang sudah banyak yang runtuh. Reruntuhannya juga dibiarkan seperti adanya. Tapi karena reruntuhannya inilah yang bikin Candi Sewu ini makin epic di mata gue. Apalagi pas gue kesana, nggak ada siapa-siapa selain gue dan Tanti. Hening, bikin pikiran gue makin liar membayangkan betapa hebatnya orang-orang jaman dulu bisa membangun Candi Sewu ini.
Kebanyakan Candi di komplek Candi Sewu sudah hancur
Nggak terasa sudah 30 menit berlalu, 10 menit lagi kami harus mengembalikan sepeda ini. Gue dan Tanti langsung buru-buru keluar Candi Sewu dan kembali ke pengkolan penyewaan sepeda.
Komplek Candi Sewu
Ps. Ada banyak pengunjung yang langsung pulang begitu keluar dari Komplek Utama. Mungkin dikiranya, Candi Prambanan ya cuma itu saja. Padahal selain Komplek Utama ada juga komplek Candi yang lain seperti Candi Lumbung, Candi Bubrah dan Candi Sewu juga. Jadi please setelah baca postingan ini, kalau kalian ke Prambanan jangan langsung pulang ya. Jangan lewatkan Candi Lumbung, Candi Bubrah dan Candi Sewu. Kalau jalan kaki capek ya sewa sepeda, Rp. 10.000 saja. Kalau ngayuh sepeda capek ya naik kereta kelinci, Rp. 7.500 saja.

11 komentar: