JANGAN LEWATKAN CANDI SEWU KALAU KE PRAMBANAN

1:13 PM Winda Provita 11 Comments

Gue yakin kalian sudah nggak asing lagi dengan Candi Prambanan. Gue juga yakin banyak dari kalian pasti sudah pernah menjejakan kakinya di sana berulang kali. Gue juga sudah berulang kali menjejakan kaki gue di sana, di luar Candi Prambanan aja tapi alias cuma numpang lewat. Kadang-kadang gue ini sulit mengerti diri gue. Sudah 5 tahun lebih gue tinggal di Solo. Sudah berpuluh-puluh kali gue ke Jogja dan berulang kali melewati kawasan Candi Prambanan. Tapi kenapa gue sama sekali belum pernah ke sana sepanjang 5 tahun ini? Memalukan! Terlalu banyak excuses yang gue kasih, “Halah, Candi Prambanan nggak bakal pindah, kapan-kapan aja kesananya”, adalah salah satu excuse yang sering gue lontarkan. Ya iya nyong! Candi Prambanan memang nggak bakal pindah tapi kenapa lo bisa dengan bangganya pamer pernah ke Wat Arun yang ada di Bangkok tapi nggak pernah sekalipun ke Candi Prambanan yang jaraknya cuma sepelemparan kolor dari tempat tinggal lo?! Itu kalau lo ngelempar kolor ijo.
Komplek Utama Candi Prambanan
Ada banyak banget turis mancanegara ke Indonesia demi Candi Prambanan, mereka kagum akan adanya Candi Prambanan dan lo bilang kapan-kapan aja kesananya? Candi Prambanan itu warisan dunia men! Hanya karena kapan aja lo bisa kesana bukan berarti lo bisa menyepelekannya begitu aja! Lo bisa ke Bangkok demi Wat Arun, lo rela beli tiket pesawat yang harganya selangit demi ke sana. Tapi kenapa lo belum pernah sekalipun ke Candi Prambanan? Masuk ke Candi Prambanan cuma Rp. 30.000 aja loh. Lo nggak perlu naik pesawat untuk ke sana. Ya kecuali lo kaya banget, Solo ke Jogja naik pesawat.
Salah satu Candi di komplek Candi Sewu
Yak, itulah kontroversi hati gue yang menyayangkan kebodohan gue selama ini. Gue getun banget sob baru ke Prambanan sekarang. Lo tau getun kan? Itu loh temennya si Mandra?! Itu Atun nyong! Hahaha oke oke. Intinya gue sangat amat menyesal banget karena baru bisa masuk ke Candi Prambanan sekarang. Candi Prambanan itu keren mampus lah pokoknya!
Kemarin, gue baru saja merayakan pertambahan usia gue dan Candi Prambanan adalah salah satu kado yang gue inginkan. “Gue pengen ke Candi Prambanan!”. Dari seminggu sebelumnya gue sudah mencanangkan perjalanan ini.
Shuttle Bus gratis untuk ke Ratu Boko
Dari Solo, gue berangkat jam setengah tujuh pagi. Gue sengaja berangkat pagi-pagi supaya nggak terlalu siang sampai di Candi Prambanan. Gue sampai di Candi Prambanan sekitar jam delapan lewat. Sudah ada beberapa mobil dan bis yang terparkir. “Masih amanlah, parkiran belum penuh, belum banyak orang berarti”. Gue langsung menuju ke loket pembelian tiket. Dari parkiran ke loket pembelian tiket nggak begitu jauh, ngesot bisa lah. Itu kalau lo mau celana lo robek-robek dan disangka orang gila! Di loket ini gue sengaja beli tiket terusan. Jadi kalau lo cuma mau masuk ke Candi Prambanan aja biayanya Rp. 30.000. Kalau lo mau ke Candi Prambanan dan Ratu Boko biayanya Rp. 50.000, lo bakal hemat Rp. 5.000 dibanding beli tiket terpisah. Biaya bundling Candi Prambanan dan Ratu Boko ini juga termasuk Shuttle Bus gratis karena Ratu Boko berada beberapa kilometer di luar kawasan Candi Prambanan. Nah, tiket terusan alias bundling ini lah yang gue beli.
Candi Siwa yang terbesar di komplek utama
Candi Siwa diintip dari Candi Angsa
Memasuki kawasan Candi Prambanan, gue langsung memaki diri gue sendiri. “Damn, kenapa gue baru kesini sekarang?! Ini mah keren banget?!”. Di kawasan Candi Prambanan ini ada beberapa komplek Candi. Ada Komplek Utama, Komplek Candi Lumbung, Komplek Candi Bubrah dan Komplek Candi Sewu. Komplek Utama adalah Komplek Candi Utama yang memang banyak dikenal publik. Ada beberapa Candi di komplek ini, salah tiganya yang sempet gue masukin adalah Candi Angsa, Candi Brahma dan yang terbesar namanya Candi Siwa. Pengennya sih masukin semua Candi, tapi si Tanti kegendutan badan jadi ngos-ngosan sebelum berperang. Di dalam Candi Brahma dan Candi Siwa ini ada Arca-nya tapi di Candi Angsa nggak ada, nggak tahu kenapa. Di sekitaran Komplek Utama ada banyak reruntuhan Candi, dan reruntuhan Candi ini dibiarkan seperti adanya. Epic!
Akhirnya gue ke Prambanan
Tanti di Candi Siwa
Arca di Candi Brahma
Keluar dari Komplek Utama, gue melihat petunjuk jalan ke komplek Candi yang lain. Ada Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Candi Sewu. Awalnya gue mau jalan kaki untuk Komplek Candi-Candi itu. “Jauh banget loh Candi-nya dari sini”, terang Tanti yang sudah pernah ke Candi Prambanan sebelumnya. “Masa sudah sampai sini nggak lihat Candi yang lain”, jawab gue sambil bete dan berjalan keluar untuk pulang. Belum jauh berjalan, gue menemukan ada penyewaan sepeda. Penyewaan sepeda ini terletak tepat di samping taman di pintu keluar Komplek Utama. Gue langsung mengajak Tanti untuk menyewa sepeda. Dari penjelasan bapak yang menyewakan sepeda, sepeda-sepeda ini memang disewakan untuk memudahkan pengunjung mengunjungi Candi Lumbung, Candi Bubrah dan Candi Sewu. Selain sepeda, juga ada kereta kelinci!
Sepedaan ke Candi Sewu
Sudah sampai Candi Sewu
Naik sepeda mengelilingi kawasan Candi Prambanan nggak pernah ada di agenda gue. Gue bahkan agak nggak yakin gue ini bisa naik sepeda atau nggak. Terakhir kali gue naik sepeda itu waktu SMP dan itupun gue diketawain adik sepupu gue karena nggak bisa. Tapi ternyata sekarang gue bisa! Yeiy! Bersepeda di Candi Prambanan itu asyik sekali, ada jalur khusus untuk sepeda yang disediain. Gue dikasih waktu 40 menit untuk berkeliling, padahal biasanya si bapak bilang cuma 15-20 menit saja. Candi pertama yang kami tuju adalah Candi Lumbung. Sayangnya ada perbaikan di komplek Candi Lumbung jadi kami hanya numpang lewat saja. Lalu selanjutnya kami menuju Candi Bubrah. Namanya juga Candi Bubrah, Candi di sini sudah nggak berbentuk lagi, hanya reruntuhan Candi saja yang ada di sini. Selanjutnya yang terakhir ada Candi Sewu. Candi favourite gue! Candi-candi di Komplek Candi Sewu memang sudah banyak yang runtuh. Reruntuhannya juga dibiarkan seperti adanya. Tapi karena reruntuhannya inilah yang bikin Candi Sewu ini makin epic di mata gue. Apalagi pas gue kesana, nggak ada siapa-siapa selain gue dan Tanti. Hening, bikin pikiran gue makin liar membayangkan betapa hebatnya orang-orang jaman dulu bisa membangun Candi Sewu ini.
Kebanyakan Candi di komplek Candi Sewu sudah hancur
Nggak terasa sudah 30 menit berlalu, 10 menit lagi kami harus mengembalikan sepeda ini. Gue dan Tanti langsung buru-buru keluar Candi Sewu dan kembali ke pengkolan penyewaan sepeda.
Komplek Candi Sewu
Ps. Ada banyak pengunjung yang langsung pulang begitu keluar dari Komplek Utama. Mungkin dikiranya, Candi Prambanan ya cuma itu saja. Padahal selain Komplek Utama ada juga komplek Candi yang lain seperti Candi Lumbung, Candi Bubrah dan Candi Sewu juga. Jadi please setelah baca postingan ini, kalau kalian ke Prambanan jangan langsung pulang ya. Jangan lewatkan Candi Lumbung, Candi Bubrah dan Candi Sewu. Kalau jalan kaki capek ya sewa sepeda, Rp. 10.000 saja. Kalau ngayuh sepeda capek ya naik kereta kelinci, Rp. 7.500 saja.

11 comments:

  1. pernah ke candi sewu lewat pintu loket belakang, karena klo sekalian ke prambanan agak mahal hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loh, ada loketnya di belakang? Bayar berapa memang kalau lewat loket belakang? :o

      Delete
  2. Aaaaaaaaaak postingan lo dari dulu emang bikin envy! Dasar backpacker gembel. Happy birthday! 😚

    ReplyDelete
  3. loh, ini deket sama prambanan toh? Prambanan sih udah, tapi candi sewu kayaknya kelewatan deh :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah nggak deket lagi, Candi Sewu ini masih satu lokasi dengan Prambanan, satu kawasan :D Cuma emang banyak orang taunya Prambanan ya cuma itu, komplek utamanya aja. Padahal selain itu ada komplek Candi lain di kawasan Prambanan :D

      Delete
  4. Dulu ke candi prambanan juga cuma ngelihat yang utamanya aja, ternyata masih ada yang lain toh

    ReplyDelete
  5. sebagai istri yang suaminya org solo, dan srg bolak balik solo, aku malu juga blm prnh kesana hahahahah ;p.. Kmrn trakhir k solo mama mertua nawarn liat pagelaran balet ramayananya jg... tp aku tolak krn males cengok liat tarian drama dgn bhasa jawa gitu ;p.. dgr2 pake bahasa jawa sih..nth bnr nth ga..

    :D

    tp memang bgs sprtinya win... candi2nya... ntr ah, kalo k solo lg nyempetin mampir deh ^o^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh Kak Fanny belum pernah ke Prambanan?? Ya ampunnnnn :o terlalu hehehehe

      Delete
  6. cara penyampaiannya kasar, tulisannya berantakan, fotonya jelek, orangnya jelek, pokoknya jelek semua.

    tapi aku suka,, :)

    ReplyDelete
  7. Makasih banget info nya. Hari ini jam 12.18 waktu Yogya, saya ikrarkan harus kesana hari ini... Jauh2 dari Lampung gak kesemua komplek Candi disebutin ini rugi bandar rasanya... HARUS! 😏😏😏😏😏

    ReplyDelete