PENCAPAIAN DI TAHUN 2015

11:40 AM Winda Provita 3 Comments

Nggak kerasa kita sudah berada di penghujung tahun 2015. Seperti biasa, ini saatnya gue membuat rangkuman perjalanan hidup gue di tahun ini. Berbeda dari sebelumnya, tulisan kali ini gue beri judul pencapaian, karena memang tahun 2015 ini adalah tahun dimana gue bisa mencapai beberapa target yang gue buat di awal tahun. Ya, meskipun ada beberapa target yang meleset dan belum tercapai. Tapi gue sangat bersyukur akan tahun 2015. Tahun ini adalah tahun penuaian buat gue.
Tulisan ini gue buat bukan untuk pamer. Gue sengaja membuat tulisan ini untuk mengingatkan gue akan berkat yang sudah Tuhan Yesus kasih di hidup gue selama setahun ini. So, let me start it.
BEING TOUR ORGANIZER
Sejak pertama kali gue mengenal dunia backpacking, cita-cita gue adalah gue pengen jadi Tour Guide. Kata orang, kita harus bekerja di bidang yang kita suka. Dan gue suka jalan-jalan, karena itu gue melihat Tour Guide adalah pekerjaan yang cocok buat gue.

Pernah suatu waktu, gue melamar untuk menjadi Tour Guide di salah satu penyelenggara tur yang ada di Solo. Sayangnya gue nggak keterima karena gue nggak bisa berenang. Dan yeah, sepertinya agak susah menjadi Tour Guide di Indonesia karena memang kebanyakan tujuan wisatanya adalah laut. Tapi itu nggak mematahkan semangat gue. Gue tetep pengen jadi Tour Guide. “Kalaupun penyelenggara tur nggak mau mempekerjakan gue, maka gue akan menyelenggarakan tur gue sendiri”, itulah yang terus menerus gue tanamkan di hati gue.
Rombongan ke Kuala Lumpur, Maret 2015 (Baca: Jalan-jalan gratis ke Kuala Lumpur)
Puji Tuhan, apa yang gue tanamkan di hati gue selama ini terwujud. Gue dikasih kesempatan di tahun ini untuk meraih cita-cita gue. Nggak cuma jadi Tour Guide, gue bahkan menyelenggarakan tur gue sendiri. Gue mengatur semuanya sendiri dan gue juga yang memimpin perjalanan. So, tahun ini Tuhan kasih gue kesempatan untuk jadi Tour Organizer dan juga Tour Guide. How grateful I am!

Semua ini berkat Airasiago. Berkat promo hotel dan tiket pesawat yang sangat terjangkau, gue bisa menyelenggarakan tur hemat ke Kuala Lumpur dan Bangkok di tahun ini. Gue bahkan sudah mengadakan 3 kali tur. Sekali ke Kuala Lumpur dan 2 kali ke Bangkok. Gue menemani 9 sampai 11 orang di setiap perjalanannya. Nggak berhenti disitu, tahun ini gue juga menjual 22 paket perjalanan ke Bali. Wuih! Puas banget! Semuanya berkat Airasiago. Thank you so much Airasiago. Sering-sering lah diadain promonya biar gue makin banyak duit. Hahahaha.
Rombongan ke Bangkok - Pattaya, September 2015
Selain Airasiago, semua ini nggak akan gue capai tanpa adanya Bude gue. Karena Bude gue adalah anggota dari banyak organisasi di Solo, maka menawarkan paket perjalanan ke teman-teman Bude adalah hal yang sangat mudah. Di ajak ke Kuala Lumpur ayuk. Di ajak ke Bangkok cap cuss. Pokoknya thank you so much my aunty. Gue nggak akan memiliki kesempatan menyelenggarakan tur ini tanpa Bude.

Dan yang terakhir, gue juga mau ngucapin terimakasih banyak ke Alid karena sudah bersedia meminjamkan kartu kreditnya berulang kali. Kapanpun gue butuh kartu kredit untuk melakukan pemesanan di Airasiago maka Alid ada di sana. Terimakasih banyak Alid. Terimakasih selalu mengijinkan gue untuk menggunakan kartu kreditmu kapanpun gue membutuhkannya. Meskipun kita belum pernah ketemu, tapi kepercayaan yang lo kasih ke gue sangat berarti buat gue. Terimakasih banyak. Soalnya nggak jarang, gue pakai kartu kredit Alid siang terus malam baru transfer duitnya ke Alid. Kalau orang lain nggak mungkin percaya, mana nominal transaksinya jutaan. But there you are! Thank you so much for believing me. Gue akan menjaga kepercayaan lo dengan sangat hati-hati. Tanpa adanya lo, mungkin gue nggak akan bisa menyelenggarakan tur-tur ini. Kenapa? Ya, karena gue nggak punya kartu kredit. Dan Airasiago hanya menerima pembayaran melalui kartu kredit. So, I really appreciate it. Thank you so much!
Rombongan ke Bangkok - Pattaya, November 2015
Menjual paket perjalanan ke Bali, menyelenggarakan tur ke Kuala Lumpur dan Bangkok, serta memimpin perjalanan itu sendiri jelas memberikan gue banyak keuntungan. Nggak cuma materi, tapi gue juga dapet banyak pengalaman. Ternyata memimpin rombongan perjalanan itu nggak gampang men. Kapan-kapan deh gue tulis suka-duka jadi Tour Guide. Dari di omelin peserta tur, bolak-balik mesenin makanan tiap peserta, bingung nyari peserta tur yang hilang entah kemana sampe nangis bangga waktu mereka bilang makasih di akhir tur. Wah, pengalaman yang mahal harganya! Untuk materi sendiri, gue nggak banyak ngambil untung karena gue memang menyelenggarakan tur dengan biaya semurah mungkin agar banyak peminatnya. Meskipun nggak banyak, tapi Puji Tuhan loh, gue bisa beli kamera, handphone, laptop, bayar pajak motor gue yang telat 4 tahun, bayar mutasi keluar motor dari Surabaya, bolak balik ke Surabaya untuk ngurus mutasi motor, sampai bayar mutasi masuk motor ke Solo. Gue bahkan juga bisa ngajak sahabat gue untuk ikut ke Kuala Lumpur dan Bangkok tanpa harus membayar sepeserpun. Semuanya dari duit hasil jalan-jalan. Gue masih nggak bisa bayangin kadang-kadang. Kok bisa ya, dari yang tadinya hobby eh sekarang bisa menghasilkan uang. Puji Tuhan banget. Terimakasih banyak Tuhan Yesus untuk berkatnya yang melimpah di tahun ini. 

BEING ENTREPRENEUR 

Sebelum ingin jadi Tour Guide, dari kecil gue sudah bercita-cita untuk menjadi wiraswasta. Nggak ngerti deh, sampai sekarang rasanya nyesek aja kalau harus bayangin kerja 8 to 5 di kantoran. Nggak sanggup rasanya. Karena itu setelah menyelesaikan kuliah, gue langsung kerja di Andromeda. Andromeda ini adalah sekolah pramugari yang berada di naungan Universitas dimana gue kuliah. Jadi ya, Puji Tuhan banget gue bisa kerja di sini. Meskipun gajinya memang nggak begitu gede. Tapi jam kerja gue cuma sampai jam 12 siang aja. Dan kerjanya sangat flexible, jadi gue gampang minta ijin kalau lagi pengen travelling.
Murid murid di Teman Belajar
Kalau pagi sampai siang gue kerja di Andromeda, maka sore harinya gue berubah jadi wiraswasta. Gue membuka bimbingan belajar yang gue beri nama Teman Belajar. Ya, masih merintis sih. Modalnya ngontrak rumah dan rajin sebar brosur. Tapi Puji Tuhan banget karena Teman Belajar cukup banyak diminati. Gue memiliki kurang lebih 50 murid di Teman Belajar. Selain gue, ada 2 pengajar lain yang juga membantu gue mengajar. Seneng banget. Meskipun keuntungan di Teman Belajar belum banyak, tapi gue sudah bisa menggaji orang lain untuk mengajar. Seneng rasanya bisa jadi berkat untuk orang lain. Selain membuka les umum untuk SD, SMP dan SMA, Teman Belajar juga memberikan Free English Course setiap hari Sabtu. Kalau lo punya adik, boleh loh dileskan di Teman Belajar, area Solo ya. Hehehehehe. (Baca: Teman Belajar)
Teman Belajar
Well, itulah pencapaian gue di tahun ini. Puji Tuhan banget dari 3 target yang gue bikin di awal tahun. Gue berhasil mencapai salah 2-nya. Semoga 1 target yang meleset bisa segera tercapai di tahun depan. Amin.

3 komentar:

TIPS BACKPACKING KE BROMO VIA PROBOLINGGO

9:04 AM Winda Provita 10 Comments


Pernahkan kamu melewati lautan pasir dengan perbukitan di sekelilingmu?
 
Pernahkah kamu mendekati kawah sebuah gunung berapi yang masih aktif?

Pernahkah kamu menikmati sunrise dengan 3 gunung berbeda sebagai latar belakangnya?

Kalau kamu belum pernah mengalami semua itu maka kamu harus mengunjungi Bromo.
Gunung Bromo, Batok dan Semeru
Bromo adalah salah satu wisata alam yang sangat populer di Jawa Timur. Meskipun saat ini Bromo sedang erupsi tapi semoga tulisan ini bisa jadi referensi liburan kamu berikutnya ketika Bromo sudah aman untuk dikunjungi.

Ada banyak cara menuju Bromo. Kamu bisa mencapai Bromo melalui Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang. Namun khusus di postingan ini, gue akan share cara mencapai Bromo melalui Probolinggo.

Kamu bisa menggunakan bis maupun kereta api untuk mencapai Probolinggo darimanapun rumah kamu berada. Apabila kamu menggunakan bis, nantinya kamu akan berhenti di Terminal Probolinggo dimana kamu akan oper untuk naik Bison menuju Cemoro Lawang. Cemoro Lawang ini merupakan desa terdekat dengan Gunung Bromo. Namun apabila kamu menggunakan kereta api, maka kamu akan berhenti di Stasiun Kereta Api Probolinggo. Dari stasiun, kamu tinggal naik angkutan umum untuk menuju Terminal Probolinggo.

Bison dengan tujuan langsung ke Cemoro Lawang berada di luar Terminal Probolinggo. Kalau kamu bingung, kamu bisa menemukannya dengan bertanya langsung ke orang yang kamu temui di sana. Hati-hati dengan scam yang sering terjadi di angkutan Bison menuju Cemoro Lawang. Tarif untuk naik Bison ke Cemoro Lawang adalah Rp. 30.000. Kalau boleh saran jangan kesorean sampai di Probolinggo, karena sulit menemukan angkutan Bison ke Cemoro Lawang setelah jam 5 sore. Kalaupun ada, biasanya supir akan menaikkan tarifnya.

Sesampainya di Cemoro Lawang, kamu bisa langsung mencari penginapan. Waktu itu gue menginap di Budi Jaya Homestay. Kalian bisa membaca review gue tentang homestay ini di blog ini (Baca: Budi Jaya Homestay). Atau kalau nggak, carilah penginapan yang dikelola oleh penduduk sekitar. Biasanya harganya relatif lebih murah dibanding menginap di hotel yang ada di Cemoro Lawang. Untuk di Budi Jaya Homestay sendiri, gue mendapatkan harga Rp. 100.000 per malamnya untuk 2 orang. Jangan takut masalah makan. Kamu bisa makan di kedai yang berada di samping Budi Jaya Homestay. Harga makanannya wajar, nggak akan menguras kantong kamu.

Dari Cemoro Lawang, kamu bisa memilih transportasi apa yang ingin kamu gunakan untuk mengunjungi spot-spot wisata yang ada di Bromo. Sudah tahu kan apa saja spot-spot wisata di Bromo? Yup, ada Penanjakan 1, Penanjakan 2, Pasir Berbisik, Kawah Bromo, dan Bukit Teletubies. Nah, kalau kamu mempunyai uang yang cukup banyak, maka kamu bisa menyewa Jeep untuk berkeliling ke spot-spot wisata itu. Tapi kalau uang kamu mepet, maka cobalah untuk naik ojek. Kalian akan mendapatkan pengalaman yang berbeda dibanding duduk manis di Jeep. Kalian hanya perlu membayar Rp. 100.000 untuk berkeliling menuju Penanjakan 1, Kawah Bromo, Bukit Teletubies, dan Pasir Berbisik. Murah bukan? Kalau kalian beruntung, mungkin kalian bisa nego untuk diantar ke Air Terjun Madakaripura juga.
Sunrise dari Penanjakan 1
Ingat, waktu terbaik untuk ke Bromo adalah di musim panas sekitar bulan Juni sampai Oktober. Biaya masuk ke kawasan Bromo adalah Rp. 27.500 di hari biasa dan Rp. 32.500. Jangan lupa membawa jaket tebal, sarung tangan dan syal karena nantinya kamu akan sangat membutuhkannya ketika menuju Penanjakan 1 untuk menikmati sunrise.

Sekian tips dari gue. Kalau mau menambahi atau mau tanya-tanya, silahkan tinggalkan komentar di postingan ini.

10 komentar: