CARA MUDAH MENUJU DANAU TOBA DARI KUALA NAMU

11:00 AM Winda Provita 13 Comments

Wow, sudah lama banget sepertinya gue nggak pernah nulis tentang perjalanan gue di blog ini. Which means selama ini ternyata gue kurang pikinik. So, buat mengobati rasa kangen kalian akan tulisan gue (Itupun kalau ada yang kangen), seminggu yang lalu gue baru saja melakukan perjalanan pertama gue ke Sumatera. Gue baru aja balik dari Medan dan Banda Aceh. Yes, I have a lot of story to tell. And for this post, let me share how to reach Danau Toba dengan cara yang paling mudah.

Perjalanan ini diawali dengan kesuntukan gue akan rutinitas gue sehari-sehari. Bangun pagi, kerja, siang pulang, makan, ngajar sampai malam, makan, terus tidur, dan kegiatan itu berlangsung setiap hari. Betapa membosankannya! Diantara rasa bosan yang menggerogoti, gue nggak sengaja lihat promo final call dari Air Asia Big. Buat kamu yang ngaku backpacker, I’m totally sure that you know what I mean. Ya, Big adalah program loyalty dari Air Asia. Kalau kamu sering kemana-mana naik Air Asia, kamu bakal dapat poin di setiap transaksi yang kamu lakukan. Poin itu tinggal kamu kumpulin dan bisa kamu tukar dengan penerbangan gratis. Gue sih sebenernya nggak pernah peduli dengan program loyalty ini. Lah wong, kalau gue terbang bareng Air Asia selalu pakai promo Kursi Gratis which means gue nggak pernah dapet poin untuk transaksi yang gue lakukan. Kenapa? Karena biasanya untuk promo Kursi Gratis, gue cuma bayar pajak bandara dan tambahan biaya administrasi aja, jadi nggak ada rupiah yang bisa gue tukarkan ke Poin Big.

Tapi ternyata beberapa tahun lalu, gue ini pernah pinter (Ya, dulu gue pernah pinter. Sekarang? Entahlah). Jadi sekitar tahun 2013, waktu gue ngajak temen-temen gue ke Bali, gue pernah melakukan pemesanan Tune Hotel Bali melalui Airasiago. Dan karena pemesanan inilah gue dapet Poin Big untuk pertama kalinya. Waktu itu gue pesan 3 kamar untuk 2 malam. Gue dapet 83 poin. Lumayan lah. Lalu kemudian di tahun 2014, Kak Fanny ngajakin gue untuk keliling Thailand! Kak Fanny yang membayari semua akomodasi selama perjalanan itu dan tiket pesawat adalah salah satu yang dibayari Kak Fanny. Dan karena perjalanan itulah gue mendapat Poin Big kedua gue. Jadi sepulang dari perjalanan itu, gue claim penerbangan yang dibeliin Kak Fanny dan gue dapet Poin. Yes, kita bisa claim Poin untuk penerbangan yang dilakukan atas nama kita meskipun yang beli tiket bukan kita. Gue dapet 134 poin. Dan kemudian, gue dapet poin tambahan dari iseng ngisi survey di Yougov. Jadi kalau memang kamu nggak pernah terbang dengan Air Asia tapi pengen ngumpulin Poin Big, kamu bisa melakukannya dengan mengisi survey di Yougov. Psst, gue cuma daftar dan ngisi 1 survey di Yougov dapet 250 poin loh. Lumayan banget kan? Hihihi. Total poin yang gue punya hanya 467, kurang 33 poin untuk bisa mengikuti penukaran poin di Final Call. But you know what, nggak ada Cinta nggak ada Rangga, tiba-tiba gue dapet email dari Air Asia Big, mereka bilang kalau mereka bakal memberi gue poin tambahan dengan cuma–cuma, gue cuma perlu klik link yang mereka kirim, ngisi nama, email dan ID Big gue dan tadaaa gue dapet 33 Poin Big tambahan. Gue bisa mengikuti promo penukaran poin di Final Call. Dan yes! Gue menukar 500 poin gue dengan penerbangan gratis Jogja ke Medan. Wohoooo! Gue cuma perlu bayar Rp. 66.500 untuk airport tax dan tambahan biaya administrasinya. Murah banget kan?
Rp. 66.500 ke Medan?

Oke, itu adalah alasan kenapa gue bisa menjejakkan kaki gue di tanah Sumatera. Tujuan utama gue ke Medan selain ke Danau Toba adalah gue pengen melanjutkan perjalanan gue ke Banda Aceh untuk menuju titik 0 KM Indonesia di Sabang. It’s gonna be a long story! So, I’ll start it from Kuala Namu, dimana Air Asia mengantarkan gue untuk memulai perjalanan panjang ini.

“Apa yang terlintas di pikiran kalian ketika mendengar Danau Toba?”

“Danau terbesar di Indonesia? Danau terbesar di Asia Tenggara? Samosir? Or what?”

Gue nggak punya ekspektasi apapun ketika pertama kali memutuskan untuk ke Danau Toba. Gue cuma tahu kalau Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia. That’s it! Gue pikir kalau gue bisa ke sana, it’s gonna be a good story. Gue, cewek, sendirian, menuju Danau Toba. Wow! But, Danau Toba menyimpan misterinya sendiri. Nggak cuma danau terbesar di Indonesia maupun Asia Tenggara, Danau Toba mengajarkan gue banyak hal. Salah satunya adalah bagaimana cara untuk menuju ke sana (Sesuatu yang nggak akan kamu pelajari di sekolah).

Sebelum gue mulai share bagaimana cara mudah menuju Danau Toba. I’ll tell you about Parapat, Samosir, Tuk-Tuk, dan Tomok. So, if you wanna go to Danau Toba, you have to know where to start. Parapat adalah sebuah kota yang berada di pinggir Danau Toba. Di Parapat inilah terdapat pelabuhan yang digunakan untuk menyebrang ke Pulau Samosir. Pulau Samosir adalah pulau yang berada di tengah-tengah Danau Toba. So, kalau kamu beneran pengen explore Danau Toba, kamu harus menyebrang ke Pulau Samosir. Di Parapat terdapat 2 buah pelabuhan yang dapat digunakan untuk menyebrang ke Pulau Samosir. Pelabuhan yang pertama adalah Pelabuhan Ajibata. Pelabuhan Ajibata ini melayani penyebrangan dengan menggunakan kapal Ferry. So, kalau kamu mau ke Pulau Samosir dengan membawa kendaraan sendiri maka kamu bisa menyebrang ke Pulau Samosir melalui Pelabuhan Ajibata. Pelabuhan yang kedua adalah Pelabuhan Tiga Raja. Pelabuhan ini melayani penyebrangan ke Pulau Samosir dengan kapal kecil. Ada 2 titik perhentian di Pulau Samosir yang bisa kamu pilih. Ada Tuk-Tuk dan Tomok. Tuk-Tuk dan Tomok adalah desa yang berada di Pulau Samosir. Kamu akan berhenti di Tomok apabila kamu menyebrang melalui Pelabuhan Ajibata. Sedangkan apabila kamu menyebrang dari Tiga Raja, you can choose it. Kamu bisa pilih turun di Tomok ataupun di Tuk-Tuk.

“Lalu ada apa saja di Tomok dan di Tuk-Tuk? Desa mana yang lebih baik dituju?”

I’ll tell you about it di postingan berikutnya.

Back to the topic. Kalau kamu sudah tahu kemana kamu harus memulai perjalananmu, maka begitu sampai di Bandara Kuala Namu, kamu bisa langsung menuju Parapat. Cara termudah untuk menuju Parapat adalah dengan menggunakan Nice Trans. Nice Trans adalah salah satu perusahaan taxi yang melayani rute ke Parapat. Wih, naik taxi? Iya, taxi. Kamu bisa menemukan Nice Trans di pool taxi di Bandara Kuala Namu. Bilang aja mau ke Parapat, they will show you where the taxi is. Jangan takut masalah harga. Karena Nice Trans ini adalah shared taxi. Yang artinya, kamu akan berbagi 1 taxi dengan penumpang lain dengan tujuan yang sama. Jadi Taxi di Nice Trans ini menggunakan mobil Avanza / Xenia. 1 Taxi bisa memuat sampai dengan 6 orang. Biaya dari Bandara Kuala Namu ke Parapat adalah Rp. 80.000 saja. Harganya standar mengingat perjalanan dari Bandara Kuala Namu ke Parapat yang membutuhkan waktu 4-5 jam. Selain dari Kuala Namu, Nice Trans juga melayani rute dari kota Medan ke Parapat. So, you can reach Parapat easily wherever you start it.

Sekian dan tunggu postingan berikutnya ya. Segera!

13 comments:

  1. Seruuu.. aku aja seumur2 baru sekali ke tomok dan itupun pas study tour smu :p jd bnr2 udh lupa :p. Wiiin jgn lupa cerita hantunya yaak :p

    ReplyDelete
  2. wah seru juga yah bisa jalan" di bayarin lagi hehe mantap mbak

    ReplyDelete
  3. aku gak pernah nukerin BIG point, kayaknya juga gak cukup sih buat penerbangan atau malah udah angus semua huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah coba di cek siapa tahu bisa dituker loh hehehe lumayan

      Delete
  4. Mbak Nice Taxi ini supirnya juga nice gak ya? Maksudnya gak ngebut, gak merokok di mobil, dan mau menyalakan ac selama perjalnanan?

    Thanks sebelumnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. laju kendaraannya normal kak. Tapi kalau ngerokok beberapa kali ngerokok sih

      Delete
  5. Selamat ga kalo cewek sendirian naik taxi kayak gitu? Just worried about the safety. I'm not local so ga begitu pasti the culture and practices di Medan.

    ReplyDelete
  6. kalau ternyata ga ada penumpang lain, kita bayar berapa untuk naik nice trans nya kak?

    ReplyDelete
  7. Mba itu di Parapat turunnya dimananya?

    ReplyDelete
  8. Mba itu di Parapat turunnya dimananya?

    ReplyDelete