DELTA HOMESTAY PRAWIROTAMAN, A COMFY PLACE TO STAY

8:53 PM Winda Provita 9 Comments

Beberapa bulan terakhir ini gue lagi hobby banget pindah tidur. Kalau sebelumnya, gue sudah pernah menulis tentang Tune Hotel Jogja dan kegilaan gue yang booking kamar untuk setiap bulannya, maka tulisan ini adalah sambungannya. Bulan ini gue punya stok untuk menginap di Tune Hotel Jogja. Karena stoknya cuma untuk 1 malam, maka rasanya sayang kalau sudah jauh-jauh ke Jogja tapi cuma menginap semalam aja. So, gue pun memutuskan untuk mencari hotel lain sebagai tambahan. Eh, kebetulan ada promo dari Zuzu Hotels. Gue mendapatkan kamar di Delta Homestay hanya dengan membayar Rp. 90.790 saja. Murah? Kalau buat gue sih murah, karena kamar di Delta Homestay ini sudah termasuk sarapan juga.
Delta Homestay Prawirotaman
Awalnya, gue agak ragu untuk memilih Delta Homestay. Sebenarnya ada beberapa hotel lain yang tersedia di Zuzu Hotels, tapi karena promo potongannya hanya Rp. 150.000 untuk per kamarnya dan harga kamar di Delta Homestay paling pas dengan kondisi keuangan gue, maka gue pun memutuskan untuk memilih Delta Homestay. Ya, yang penting bisa menginap di Jogja, begitulah pikir gue waktu itu. Setelah melakukan pemesanan kamar, beberapa jam kemudian, gue mendapatkan telpon dari Delta Homestay yang mengkonfirmasikan bahwa mereka telah menerima pemesanan kamar gue di sana. Pihak Delta Homestay juga bertanya apakah gue akan pergi bersama pasangan atau tidak. Beliau menjelaskan bahwa Delta Homestay tidak menerima pasangan yang belum menikah tinggal di satu kamar. Itu merupakan peraturan di lingkungan Prawirotaman. Gue pun bilang bahwa gue akan menginap dengan teman cewek dan bukan cowok. Beliaupun lega dan menunggu kedatangan gue di Delta Homestay. Lagian gue belum punya cowok pak, nggak ada lelaki yang mau sama gue. Huhuhu.
Hari dimana gue akan menginap di Delta Homestay pun tiba. Begitu sampai di Jogja, gue pun langsung janjian dengan salah satu jasa Rental Motor di Jogja. Setelah serah terima motor, maka gue pun langsung menuju ke Delta Homestay. Menemukan Delta Homestay sangatlah mudah. Delta Homestay sendiri berlokasi di Prawirotaman 2. As a backpacker I’m sure that you already know about Prawirotaman right? Prawirotaman adalah pusatnya penginapan di Jogja. Tapi karena gue nggak begitu hapal jalanan Jogja, maka gue pun menggunakan GPS sebagai pemandu jalan. Jarak dari  Stasiun Tugu ke Delta Homestay kurang lebih 5 menit. Jalannya asik, tinggal lurus aja.
Tampak depan Delta Homestay
Begitu sampai di Delta Homestay, gue langsung kaget melihat halaman luar Delta Homestay yang kecil. “Walah, kok homestaynya kecil begini”, pikir gue kala itu. Gue udah mulai underestimated dong melihat pemandangan Delta Homestay dari luar yang biasa saja. Saat masuk ke lobby pun, rasanya gue sudah males banget. Lobbynya kecil. Gue perhatikan sekeliling, ada meja dan kursi yang terbuat dari kayu di samping pintu masuk, ada dispenser air minum, dan ada komputer di salah satu sudut lobby dan di sisi kanan adalah tempat resepsionis berada. Gue disambut hangat oleh resepsionis. Dia menanyakan pemesanan kamar atas nama siapa. Dan gue pun menjawab dengan pede atas nama gue, “Winda Provita”, eh gue lupa kalau kamar di Delta Homestay ini gue pesan pakai nama Tanti. Jadi pas booking kamar di Zuzu Hotels pakai nama gue, nggak tahu kenapa lemot banget situs webnya dan akhirnya gagal lah pesanan gue. Dan pas mau booking ulang eh ternyata kode promonya cuma bisa dipakai sekali. Yasudahlah akhirnya gue pakai nama Tanti dan email gue satunya. Pokoknya ben dapet harga murah. Hehehe.
Kolam renangnya bersih banget
Bilik-bilik kamar di sekililing kolam renang
Setelah memastikan bahwa pesanan atas nama Tanti ada di sana, Salah satu staff Delta Homestay pun mengantar kami menuju ke kamar. Setelah melewati jalan setapak, kami memasuki sebuah area yang cukup besar. Ada kolam renang di tengah area itu. Di sekelilingnya ada bilik-bilik kamar dengan unsur jawanya yang kental. Area homestaynya sangat asri. Hijaunya dedaunan, birunya air kolam renang, dan design bilik kamar yang antik membuyarkan anggapan negatif gue tentang Delta Homestay. Delta Homestay nggak sekecil dan sesempit seperti yang tampak dari luar.
Kamar gue
Kami menginap di kamar no. 7. Di Delta Homestay ada kurang lebih 15 kamar. Dengan terbatasnya kamar di sini, kesan private dan tenang pun sangat kental sekali terasa. Begitu sampai di kamar, gue pun langsung suka dengan kamarnya. Ada sebuah hiasan di dinding kamar. Kamarnya sih kecil tapi bersih banget. Semuanya tertata rapi. Kasurnya empuk dan sprei maupun sarung bantalnya pun putih bersih. Tersedia handuk di masing-masing kasur. Kebetulan gue mendapat kamar dengan 2 single beds. Kamarnya juga sudah dilengkapi dengan AC dan televisi. Ada kipas angin juga yang mengantung di langit-langit kamar. Lucunya, kipas angin ini pun masih berfungsi dengan baik. So, kalian bisa pilih mau pakai fan atau AC. Ada 2 botol air minum tersedia di atas meja dan gantungan baju di pojok kamar. Hmm, bayar cuma 90 ribu kok ya lengkap banget fasilitasnya. Oh iya, satu-satunya yang membuat gue kurang nyaman adalah keberadaan TVnya yang agak ke atas sehingga kalau lagi nonton sambil duduk harus agak mendongak ke atas dan cukup bikin pegel leher, tapi secara keseluruhan gue nggak ada masalah dengan kamarnya. Setelah puas mengecek kamar, gue pun mengecek kamar mandinya. Kamar mandinya sangat bersih. Ada wastafel, shower dan wc di sana. Showernya pun sudah dilengkapi dengan air panas. Selain itu, di bagian depan kamar ada 2 kursi dan meja untuk bersantai. Dari kamar pemandangannya langsung menghadap ke kolam renang.
Kecil tapi bersih dan rapi
Potret kamar dari sudut lain
Setelah check in dan menonton Anandhi, kami pun langsung pergi ke Hutan Pinus Imogiri. Kami menghabiskan beberapa jam di sana lalu kembali ke Delta Homestay karena cuaca sudah mulai gelap. Sesampainya di Homestay, kami pun langsung masuk ke kamar. Beberapa saat kemudian, ada yang mengetuk kamar kami. Ternyata staff hotel membawakan kami teh dan cemilan. 2 cangkir teh dan cemilan di letakkan di atas meja di depan kamar. Setelah staff itu pergi, gue pun langsung speechless. Boo, gue bayar nggak seberapa but they threat us well. Rasanya baru kali ini gue menginap dan gue merasa benar-benar dilayani sebagai tamu. Lah, gue nggak order teh dan cemilan kok ya disuguhi. Berarti kan Delta Homestay mengerti kebutuhan tamunya. Ini adalah contoh hal kecil yang sangat jarang bisa ditemui di hotel-hotel berbintang saat ini.
Kamar  mandinya bersih
Teh dan cemilan di sore hari
Pengalaman menginap di Delta Homestay pun sangat menyenangkan. Tenang membuat tidur berkualitas. Cuma karena selimutnya agak tipis jadi dingin banget rasanya di dalam kamar. Beberapa kali harus kebangun naikin suhu ACnya. Maklum gue kan ndeso, kena AC dikit nggak kuat. Hehehe. Saking enaknya tidur, sampai pagi pun males mau bangun. Padahal rencananya mau ke Kebun Buah Mangunan untuk berburu sunrise, eh malah baru bangun jam 9. Begitu bangun langsung mandi dan sarapan. Kebetulan waktu sarapannya dari jam 06:30-10:00. Sesampainya di restoran homestay, kami diberikan lembar menu untuk sarapan. Ada pilihan minum, makanan pokok, lauk serta buah-buahan. Gue memilih nasi goreng dan telur ceplok serta teh dan buah pepaya. Sarapan ini sudah termasuk di pemesanan kamar gue. Dan yes, gue cuma bayar 90ribu. So, thank you so much Zuzu Hotels. Gue tunggu promo-promo berikutnya.
Form pemesanan breakfast
Nasi goreng dan telur ceplok ala Delta Homestay
Overall, menginap di Delta Homestay sangatlah memuaskan. Gue puas dengan semua fasilitas yang ada di Delta Homestay. Meskipun dari luar tampak kecil tapi di dalam areanya cukup besar dan asri. Pelayanan staffnya pun oke. Setiap kali kami keluar, kami selalu menitipkan tas berisi laptop dan DSLR di resepsionis sehingga barang berharga kami pun aman. Sebenarnya ini adalah salah satu rule yang ada di Delta Homestay. Mereka tidak bertanggung jawab akan kehilangan yang terjadi di kamar, sehingga apabila tamu ingin menyimpan barang-barang berharganya, maka mereka dapat menyimpannya di free locker yang ada di resepsionis. Oh iya, wifi di kamar ngebut banget loh. Habis sarapan, sebelum check out, gue sempetin untuk download film-film. Hihihi.
Room Rate Delta Homestay
Kartu nama Delta Homestay
Harga normal untuk menginap di Delta Homestay adalah Rp. 300.000/malam. Kalau mau yang lebih murah Delta Homestay juga menyediakan kamar dengan kipas angin dan shared bathroom. Shared bathroomnya bersih kok. Standarnya sama dengan private bathroom. Untuk kamar fan dan shared bathroom ratenya hanya Rp. 150.000/malam untuk 2 orang. Untuk pemesanan kamar, you can find Delta Homestay di situs-situs booking hotel. Search aja deh, bandingin harganya.

9 komentar:

MELEPAS LELAH DI TUNE HOTEL JOGJA

8:14 PM Winda Provita 9 Comments

Bulan Juli lalu, gue lagi ketiban untung. Gue mendapatkan harga Rp. 18.000 untuk menginap di Tune Hotel Jogja. Harga Rp. 18.000 ini gue dapatkan karena saat itu Tune Hotels sedang mengadakan promo crazy 8 sale. Dan untuk Tune Hotel yang ada di Indonesia harga menginapnya per malam hanya Rp. 18.000 saja. Gue mendapatkan 20 kamar lebih untuk titipan temen-temen gue dan beberapa kamar untuk gue sendiri. Dan yang khusus buat gue, gue sengaja memesan kamar untuk setiap bulannya. Lumayan kan boo, jadi tiap bulan gue bisa staycation di Jogja sambil menikmati kamar mewah ala Tune Hotel Jogja.
Tune Hotel Jogja
Dikarenakan bulan Oktober bertepatan dengan hari ulang tahun gue, maka untuk bulan Oktober, gue langsung memesan kamar untuk 3 malam di Tune Hotel Jogja. Mumpung promo. Kapan lagi bisa menginap di Tune Hotel Jogja selama 3 malam cuma modal Rp. 54.000 aja. Hehehe. 
Lobby Tune Hotel Jogja
Dan anehnya, momen menginap 3 malam ini pas banget dengan hari kepulangan gue dari Kuala Lumpur. Jadi Oktober lalu, gue baru saja memandu grup untuk tur selama 3 hari 2 malam di Kuala Lumpur. Dan sepulang dari Kuala Lumpur gue langsung menuju ke Tune Hotel Jogja untuk melepas lelah. Asik toh?
Kamar Tune Hotel Jogja
Kalau ngomongin Tune Hotels, gue yakin yang terlintas dipikiran kalian adalah "you pay what you used", yang artinya, kamu bayar apa yang kamu gunakan. Yang maksudnya adalah kalau menginap di Tune Hotels maka untuk menggunakan AC dan TV akan dikenakan biaya tambahan. Betul? Tapi, untuk Tune Hotels di Indonesia itu semua sudah tidak berlaku lagi kawan. Tune Hotels Indonesia kini hadir dengan konsep baru. Kalian nggak perlu lagi membayar untuk penggunaan AC dan TV. Semuanya sudah tersedia di kamar dan bisa digunakan sepuasnya. Nggak ada lagi paket-paketan seperti dulu. Tune Hotels Indonesia hadir dengan layanan penuh. Dan konsep baru ini dihadirkan di 2 cabang baru Tune Hotels Indonesia yang ada di Bandung dan Yogyakarta.

Hal yang perlu diingat ketika menginap di Tune Hotel Jogja adalah jam check-in nya. Jam check-in di Tune Hotel Jogja adalah jam 14:00, so kalau mau check-in sebelum jam 14:00 maka jawabannya adalah nggak bisa. Management Tune Hotel Jogja ketat banget dengan peraturan ini.
Kolam Renang di antara lobby dan lift
Dengan uang Rp. 18.000 jelas gue nggak boleh berharap terlalu banyak. Gue cuma berpikir ya paling nggak gue bisa bobo cantik lah sebelum kembali ke rutinitas mengajar. But you know what I get? Gue suka banget dengan Tune Hotel Jogja. Pelayanan check-in yang cepat, interior lobby yang hommy banget, dan keberadaan kolam renang diantara lobby dan lift untuk menuju ke kamar. Aaahhh, gue jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Tune Hotel Jogja. Everything seems perfect. Eh tapi, bagaimana dengan kamarnya? Jangan-jangan ...
Bobo able banget kasurnya


Begitu sampai di depan kamar, gue langsung excited untuk masuk ke dalam. Begitu pintu terbuka dan semua lampu menyala, gue langsung memeriksa setiap sudut kamar dan gue suka banget dengan penataan kamarnya. Perpaduan warna hitam, merah dan putih di kamar membuat kamar di Tune Hotel Jogja tampak sangat elegant. Meski designnya minimalis tapi kamarnya cukup luas. Ada sebuah meja dan kursi yang tertata rapi di sudut kamar. Di atas mejanya sudah tersedia teko air dan 2 gelas air minum. Di sisi yang lain sudah ada locker untuk menyimpan barang-barang berharga. Ukuran kasurnya besar, sprei dan selimutnya putih bersih. Ada 2 bantal besar yang empuk sekali tertata rapi di atas kasur.
Clean bathroom
Kamar mandinya juga bersih. Lantainya kering dan sudah tersedia 2 handuk dan keset. Ada hairdryer yang di gantung di dekat wastafel. Air dari shower juga sangat kencang mengalir. Air panasnya juga bekerja dengan sangat baik. Selain semua fasilitas kamar yang sangat apik. Di kamar juga tersedia free wifi. Sinyalnya? Jangan ditanya. Kenceng banget boo!

Semua fasilitas yang ada di Tune Hotel Jogja sangat memuaskan. Terlebih lagi bangunan Tune Hotel Jogja yang terhitung masih baru. Rasanya fresh sekali setiap kali menginap disini. Satu-satunya kekurangannya hanya lokasinya yang agak jauh dari Malioboro. Kurang lebih 15 menit dari Malioboro. Dan buat gue yang bukan asli Jogja, gue sangat menggantungkan diri pada GPS untuk pergi dari dan ke Tune Hotel Jogja ini. Tapi terlepas dari itu semua, sebenarnya lokasi Tune Hotel Jogja strategis kok, kalau mau belanja air minum dan sebagainya, tinggal menyebrang saja. Ada minimarket yang berada nggak jauh dari Tune Hotel Jogja. Untuk kuliner, ada beberapa warung tersedia di sepanjang jalan dimana Tune Hotel Jogja berada.
View kamar dari sudut yang lain
Well, tulisan ini bukan sponsored post. Tulisan ini adalah bentuk rasa terimakasih gue akan pengalaman menginap yang sangat memuaskan di sana. Gue sangat suka dengan konsep baru Tune Hotels Indonesia. Dan apabila suatu hari nanti gue akan menginap di Jogja, gue ngga akan ragu untuk menginap di Tune Hotel Jogja. Meskipun nantinya gue harus siap untuk membayar biaya normal. Nggak masalah lah, semuanya sepadan dengan fasilitas Tune Hotel Jogja yang disediakan dengan sangat profesional.

Update 2 Desember 2016: Barusan check in di Tune Hotel Jogja, dan saat check in dimintai deposit sebesar Rp. 50.000. Deposit ini bisa diambil kembali ketika check out.

9 komentar: