MENJELAJAH CU CHI TUNNELS SENDIRIAN

5:44 PM Winda Provita 3 Comments


Kenapa gue beri judul menjelajah Cu Chi Tunnels sendirian? 

Ya, biar kalian tau kalau gue masih jomblo. Siapa tau kalian mau cariin gue jodoh. Kasian atuh gue, temen-temen gue sudah naik pelaminan, gue naik pesawat ke Vietnam. Temen-temen gue pada gendong anaknya, eh gue cuma bisa gendong backpack. Temen-temen gue tidur bareng suaminya, gue tidur bareng stranger di hostel. Hiks, pedih sob! Nggak adakah diantara kalian yang mau mengajak gue berumah tangga? Gue anaknya nggak ribet kok, bisa cari makan dan duit sendiri. Halah, uopo meneh iki!
Gue di Chu Chi Tunnels
Seperti yang gue jelaskan di post sebelumnya, kedatangan gue ke Cu Chi Tunnels adalah untuk merasakan sensasi menjelajahi terowongan di sini. Gue ingin merasakan bagaimana rasanya rakyat Vietnam jaman dulu dipaksa untuk bertahan hidup di bawah tanah. Gue ingin mecoba menempatkan posisi gue di posisi mereka.

Dari gapura selamat datang di Cu Chi Tunnels, gue melanjutkan untuk masuk ke area wisata dengan berjalan kaki. Dan ini pertama kalinya gue merasakan kaki gue mati rasa, karena ternyata dari gapura ke lokasi wisata Cu Chi Tunnels itu masih jauh banget. Let’s say 1 km dari gapura ke loket pembelian tiket dan 1 km more untuk jalan kaki dari loket pembelian tiket ke lokasi terowongannya. Belum lagi jalannya yang belak belok. Fuh, sebagai warga Indonesia yang pergi ke warung di sebelah rumah aja naik motor, jalan kaki ke Cu Chi Tunnels sangatlah berat! Bahkan mungkin lebih berat daripada harus jawab pertanyaan kapan nikah?
Aula untuk nonton sejarah Cu Chi Tunnels
Biaya masuk ke Cu Chi Tunnels adalah 90.000 VND. Biaya ini sudah termasuk biaya pemandu. Lokasi Cu Chi Tunnels ini katanya masih dibiarkan apa adanya, jadi kalau nggak pakai pemandu takutnya kamu tersesat dan menginjak bom yang masih banyak di sekitar area. Hii, ngeri nggak tuh. Iya kalau tersesat di hati kamu gue rela, kalau tersesat dan nginjak bom. Adauw! Nikah belum, sudah metong!

Pas gue sudah sampai di pintu masuk, ada rombongan turis yang baru datang juga. Rombongan turis lokal ini bergerombolan masuk ke lokasi Cu Chi Tunnels, gue yang sendirian disangka satu komplotan sama grup mereka. Gue dapat pemandu yang ngomong bahasa Vietnam sepanjang tur. Gue dibawa ke ruangan yang menyiarkan sejarah Cu Chi Tunnels, ya kalau pakai bahasa Inggris gue ngerti, lah ini pakai bahasa Vietnam, ya wasalam. Gue nggak ngerti sama sekali! Dikarenakan gue ajak ngomong bahasa Inggris pemandunya pun nggak ngeh sama maksud gue kalau gue bukan bagian dari grup yang ada. Gue pun beranjak pergi dan memisahkan diri. Gue keliling-keliling lokasi Cu Chi Tunnels sendirian.
Replika ranjau di Cu Chi Tunnels
Jadi buat gambaran kalian, Cu Chi Tunnels ini dari luar cuma seperti hutan biasa. Tapi di bawah tanah, Cu Chi Tunnels menyimpan terowongan-terowongan yang biasanya digunakan rakyat Vietnam untuk bersembunyi dari tentara Amerika. Ya, walaupun nggak ada pemandu yang menjelaskan setiap spot yang gue kunjungi, gue agak-agak ngerti dikitlah.

Setelah memisahkan diri, gue menemukan tiruan ranjau yang biasa digunakan saat jaman perang. Jadi dari atas seperti rumput biasa, tapi kalau kalian injak. Boom! Kalian akan jatuh kebawah dan pantat kalian tertusuk bambu runcing. Aw! Ngilu nggak tuh!
Ruang rapat di bawah tanah
Gue berpindah tempat dan memasuki ruang rapat. Nah, di sini lah gue pertama kalinya menjajal nyali dengan berjalan di terowongan bawah tanah. Terowongan bawah tanah ini dibuat untuk ukuran tubuh orang Asia, hal ini dilakukan untuk mencegah tentara Amerika mengejar rakyat Vietnam di terowongan. Tau sendiri kan gimana gedenya orang Amerika kalau dibandingkan orang Asia. Gue bahkan harus jalan jongkok untuk menyusuri terowongan ini. Penerangan pun jarang. Saat sudah agak di tengah perjalanan, gue sempat merasa mau pingsan. Rasanya kayak kurang oksigen. Panik, mau cepet cepet keluar. Belum lagi lutut rasanya gemeter karena nggak biasa jalan jongkok. You have to try it! Gue nggak bisa bayangkan bagaimana rakyat Vietnam jaman dulu bisa bertahan hidup seperti itu. Tonton aja nih, video pas gue jalan di terowongan bawah tanah!

video
Dikarenakan tujuan gue sudah tercapai untuk mencoba berjalan di terowongan bawah tanah. Maka gue pun langsung mencari spot untuk ber-selfie ria. Buat yang sudah pernah ke Cu Chi Tunnels, gue yakin you know what I mean. Buat yang belum pernah kesana, spot itu adalah lubang di tanah yang hanya sebesar tubuh orang Asia, lubang itu biasanya ditutupi daun-daun untuk mengelabui tentara Amerika. Jangan tanya gue namanya apa ya, gue kan keliling sendiri, nggak ada yang menjelaskan boo. Haha.

Lucky me, gue ketemu grup turis asing. Jadi gue pun nanya ke pemandu mereka, apakah gue boleh join dengan mereka. Gue sengaja join dengan grup turis asing ini karena gue sudah keliling-keliling tapi lubang yang gue cari nggak ketemu. Gue pun diijinkan untuk join menuju lokasi lubang itu berada. Eladalah, ternyata lubang yang gue cari sudah berkali-kali gue injak saat gue kelililing. Lah, hebat bener kemuflasenya, sampai gue aja nggak sadar!
 
Setelah mengambil beberapa foto dan menjajal untuk masuk ke dalam, gue pun langsung berpamitan dan kembali memisahkan diri. Gue langsung berjalan keluar mencari bus untuk kembali ke hostel. Setelah ini, gue berencana untuk ke Pho 2000. Hmm, seperti apa ya rasanya.
Belum masuk ke dalam belum sah

3 comments:

  1. jempol deh buat usahanya masuk ke dalam tunnels tanpa takut kotor, secara biasanya cewek kan jijikan gitu. oh ya, hadiah shoulder bag-nya masih kepakai loh hingga sekarang

    ReplyDelete
  2. Aku mau komen, tapi setelah pariwara berikut ini..-。-

    ReplyDelete
  3. Sku nyesel ih ga ikut selfie di lubang kecil itu :p. Tp hrsnya aku cukup, krn si raka aja muat kok :p.

    ReplyDelete